Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » 102 Pejabat Kulonprogo Dimutasi

102 Pejabat Kulonprogo Dimutasi

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Sekamat : Bupati Kulonprogo memberikan ucapan selamat kepada 102 pejabat yang baru saja dilantik

Toyo : Tak Ada Kepentingan Politik

KULONPROGO – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kulonprogo melakukan mutasi jabatan pegawai secara besar-besaran.Setidaknya ada 83 orang pejabat esselon II sampai esselon IV yang dimutasi. Pelantikan pejabat baru yang dipusatkan di Gedung Kaca kemarin juga untuk 19 kepala sekolah dasar (SD).

Pejabat esselon II yang dimutasi diantaranya Kepala Disbudparpora Sarjana, yang kini menjadi Assek I. Jabatan Kepala Disbubarpora digantikan oleh Eko Wisnu wardhana yang sebelumnya menjadi Kabag Adminitsrasi dan kesra Setda. Kepala Dishubkominfo Krissutanto menjadi staff ahli bupati bidnag hukum politik, dan digantikan oleh Triyono yang sebelumnya Kabag Keuangan Setda. Kepala KLH Djunianto menjadi Kepala Disperindag ESDM. Jabatan KLH kini diisi oleh Heri Purnomo yang dulunya menjadi Kabid Geologi dan ESDM Disperindag dan ESDM.

Selain itu juga ada mutasi jabatan untuk jabatan esselon IIIs etingkat Camat. Kabag TI dan Huas Setda Widodo, menjadi Camat Pengasih mengantikan Sri harmintarti. Harmintarti kini menjadi staff ahli bupati bidang Pemerintahan. Jabatan Kabag Humas TI kini dipegang Camat Sentolo Rudy Widyatmoko. Camat Sentolo dijabat Agus Subagyo. Camat wates Jumanto menjadi Kabag Administrasi dan Kesra. Sedangkan Camat wates digantikan oleh camat Temon Sri Utami. Untuk camat Sentolo digantikan Djaka Prasetya. Camatn Kalibawang diisi oleh Nur wahyudi.

”Ini tidak ada kaitannya dengan hasil pilkada,” tegas bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo usai melantik.

Menurut Toyo, dirinya tetap mengedepankan profesionalitas dalam mengisi jabatan. Pengisian ini sendiri mendasar atas hasil fit and propertest, baik yang dilakukan oleh baperjakat provinsi ataupun kabupaten. Hasil dari kajian Baperjakat dan BKDlah yang dijadikan landasan pelantikan dan penempatan pejabat baru.

Sedianya rencana pelantikan ini akan dilaksanakan pada awal Juni silam. Namun karena pertimbangan pilkada, terpaksa ditunda.

”Daripada ada persepsi miring, mending kita geser setelah pilkada. Padahal saat itus emuanya sudah komplit,” tegas Toyo.

Angota Baperjakat Agus Langgeng Basuki, mengatakan pelantikan ini sedikit banyak telah menutup kekosongan jabatan yang ada. Saat ini tinggal jabatan esselon IV saja yang belum terisi semuanya. Hal ini tidak akan mengganggu proses pemerintahan.

”Kekosongan yang ada tinggal untk esselon IV dan itu tidak banyak,” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Djulistyo, memastikan semuanya dilakukan secara profesional dan terbuka. Penempatan jabatan sesuai dengan analisis berbasis kinerja. Mereka yang memiliki kemampuan kerja dan kualitas baik, lebih mendapatkan kesempatan.

”Tidak ada tendesnsi politik, karena kami bekerja profesional,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Sudarto, mengharapkan adanya pengisian jabatan ini akan memaksimalkan jalannya roda pemerintahan. Apalagi Kulonprogo akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan investasi di DIY.  ”Masih banyak tugas berat yang harus diselesaikan,” ujarnya.(fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: