Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Tiga Pelajar SD Tenggelam

Tiga Pelajar SD Tenggelam

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

TKP : salah seorang warga menunjukkan lokasi tenggelamnya tiga pelajar MI maarif, di Karangwuni, wates

*Bermain di Aliran Sungai Serang

KULONPROGO – Tiga pelajar kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Karangwuni Kecamatan Wates, tewas tenggelam ketika bermain air di aliran Sungai Serang. Jasad ketiga pelajar ini ditemukan warga di dasar laut, setelah dilakukan pencarian.

Tiga pelajar yang tewas adalah, Aninda Rahman,10, warga Pancas, Karangwuni Wates. Aninda merupakan putri kedua pasangan Surahman dan Tri Mulyanti. Dua lainnya Lutfiatul Husna,9, anak kedua dari Habib Rohmadi-Nurul dan Atik Wasilatul Khasanah,9, anak ketika dari keluarga Asrofi. Kedua korban ini merupakan warga Karanganyar, Karangwuni yang rumahnya hanya bersebelahan. Ketiag bocah ini tenggelam Sungai Serang yang ada di Karanganyar yang hanya sekitar 100 meter dari rumah kedua korban.

Informasi yang ada di masyarakat, saat itu ada empat pelajar yang bermain air di aliran Sungai Serang ini. Saat itu mereka menyusuri aliran air di sekitar palung. Karena tidak mengetahui kondisi air, ketiga korban tenggelam. Rekan korban lainnya, Siti Musdhalifah,9 berhasil selamat karena berada di pinggiran. Mengetahui ketiga rekannya tenggelam, Siti lari dan melaporkan kepada warga sekitar.

”Begitu mendengar penuturan Siti, kita langsung lari ke lokasi tenggelam,” jelas Zubaidi salah seorang saksi.

Warga yang sedang melakukan kerjabhakti, secara spontan langsung masuk ke air. Ada yang langsung mengambil dan menebar jaring di bagian bawah aliran sungai. Sebagian lainnya mencari dengan cara menyelam. Tidak berlangsung lama, jasad Lutfi diketemukan di dasar sungai. Tidak berselang lama, dua jasad lain diketemukan.

”Saat ditemukan sudah meninggal, tetapi tetap kami bawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Tokoh masyarakat Muh Fahrudin mengatakan keempat bocah ini merupakan sahabat karib. Mereka sama-sama duduk di kelas IV MI Maarif. Hampir setiap hari mereka selalu bermain bersama. Kawanan bocah-bocah inipun jarang bermain di sungai karena tidak bisa berenang.

”Melihat pakaiannya yang utuh, mereka hanya bermain di tepian,” ujarnya.

Lokasi tenggelam korban sendiri merupakan palung yang cukup dalam. Warga sekitar jarang yang berani mandi di lokasi ini. Selain kedalamannya mencapai tiga meter, aliran di dasar sungai juga cukup kencang.

Jasad Aninda Rahman, sore itu juga langsung dimakamkan di TPU Pancas. Keluarga korban nampak shock dengan musibah yang menimpa anak tersebut. Korban sendiri tidak pernah memiliki firasat yang ganjil. Usai pulang sekolah, korban membeli dua buah es. Salah satunya diberikan kepada ayahnya.

”Dia pergi tidak pamit. Dia sempat mengaku sudah sholat di sekolah,” ujar Surahman ayahnya.  Sementara itu, keluarga dua korban lainnya tertutup. Sejumlah wartawan yang datang tidak diperkenankan mengambil gambar. Rencananya jenasan Llutfiatul Husna dan atik wasilatul Khasanah, hari ini akan dimakamkan di TPU Karanganyar.(fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: