Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Pabrik Bentonit PD Anindya Mangkrak

Pabrik Bentonit PD Anindya Mangkrak

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Mangkrak : Beginilah kondisi pabrik bentonit yang ada di Tanjungharjo, nanggulan. perusahaan ini sudah tidak lagi berproduksi.

KULONPROGO – Pabrik bentonit milik PD Anindya yang berada di Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo mangkrak. Sejak pertengahan bulan ini perusahaan milik Pemprov DIY ini, tidak lagi memproduksi bentonit sebagai bahan campuran pembuatan pupuk.

Sebelum ditutup, pabrik ini mempekerjakan 15 warga sekitar. Mereka bekerja secara borongan terhadap orber bentonit. Namun semenjak sepekan ini mereka dirumahkan dan tidak ada kepastian sampai kapan. Saat ini hanya tinggal dua pekerja di bagian administrasi.

Pada ruang produksi, tiga unit mesin hanya dibiarkan mangkrak. Sejumlah bahan baku maupun barang siap jual hanya dibiarkan teronggok di gudang. Tidak ada kepastian pabrik ini menghentikan produksinya.

”Dari kantor Yogyakarta disuruh berhenti dulu,” jelas Suyadi, pekerja pabrik.

Menurutnya, pabrik ini sempat mencapai masa kejayaan pada era 1990an. Saat itu bentonit cukup diminati pasar. Setiap hari mampu memproduksi hingga puluhan ton untuk dikirim ke PT Pertamina ataupun Petro di Jakarta dan Surabaya. Bentonit merupakan bahan pupuk yang berasal dari batuan alat yang banyak terdapat di Nanggulan.

Namun, beberapa tahun belakangan permintaan kiriman menurun drastis. Hanya tinggal dua perusahaan di Jakarta yang meminta kiriman. Itupun jumlahnya tidak sebanyak di era 90-an.

”Sebenarnya tidak ada masalah internal pabrik disini,” ujarnya.

Direktur PD Anindya, Gatot Nur Cahyo yang dikonfirmasi melalui handphone pribadinya mengaku sedang sibuk. Saat itu dia sedang memimpin rapat dan bertemu dengan tamu-tamunya.

”Maaf saya sedang rapat, besok saja atau nanti saja,” jelasnya.

Kabid Pertambangan Dinas Perindag dan ESDM Kulonprogo Mustofa Ali Muhammad, mengatakan secara prosedural pabrik ini memiliki ijin penambangan dan pengolahan. Bahkan perijinan yang dimiliki maish lengkap dan tetap bisa beroperasi.

Menurutnya, dulu pabrik ini mampu menjual produksinya msapai di Kalimantan. Namun pada perkembangannya proses pemasaran mulai tidak maksimal. Bahkan sejak beberapa tahun belakangan hanya melayani untuk Surabaya. Penurunan ini terus terjadi hingga menyebabkan pemasaran berkurang hingga tidak lagi produksi seperti sekarang.

”Dinas hanya berwenang dalam penambangan, selebihnya itu urusan mereka dan provinsi,” jelasnya.

Pemkab sendiri hanya berharap pabrik bisa kembali berproduksi. Kelangsungan hidup pabrik mampu menopang kehidupan warga sekitar sebagai tenaga kerja.

”Harapan kita bisa kembali produksi, kasihan warga yang menggantungkan hidupnya dari sana,” pungkasnya.(fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: