Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Bantuan Pengembangan Kelinci Diselewengkan

Bantuan Pengembangan Kelinci Diselewengkan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Polisi Tetapkan Satu Tersangka

KULONPROGO – Bantuan pengembangan ternak kelinci yang diberikan kepada kelompok tani ternak Samireno, Tunjungan, Pengasih ditengarai diselewengkan oleh pengelola. Ketua kelompok tani Phd, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana bantuan ini.

”Kita sudah tetapkan dia sebagai tersangka,” jelas Kasat Reskrim Polres Kulonprgo AKP Hario Duto Pamungkas, kemarin.

Menurutnya sebelum ditetakan petugas telah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap bantuan dari Dinas Pertanian provinsi DIY tersebut. Saat itu ada sekitar 20 orang saksi yang dimintai keterangan. Hingga akhirnya ada arah korupsi yang dilakukan oleh Phd. Dana bantuan yang nilainya mencapai lebih dari Rp 28 juta ini, digunakan oleh tersangka untuk kepentingan pribadinya.

Kasus korupsi ini, berawal ketika kelompok yang beranggotakan 20 orang tersebut mengajukan proposal kepada dinas untuk pengembangan ternak kelinci di Tunjungan. Kelompok Samireno mengajukan bantuan Rp 28,2 juta untuk pengadaan kelinci dan sekitar Rp 4,2 juta untuk pembuatan kandang.

Proposal inipun disetujui oleh dinas dan mengabulkan pengajuan anggaran yang ada. Sesuai dengan petunjuk teknis yang ada, setiap anggota mendapatkan 8 ekor kelinci, dan Rp 210 ribu untuk kandang. Namu dalam prakteknya, hanya ada tiga anggota yang diberikan kelinci. Itupun hanya berupa empat ekor kelinci tanpa kandang. Sedangkan 17 angota lainnya tidak mendapatkan jatah apapun.  Sisa dana bantuan ini digunakan untuk kepentingan sendiri. Termasuk untuk membayar angsuran sepeeda motor Suzuki thunder.

“Pengungkapan kasus korupsi ini sejalan dengan program revitalisasi Polri dalam pengungkapan kasus korupsi,” tuturnya.

Sementara itu, Kanit III Reskrim Polres Kulonprogo, Ipda Munarso menambahkan sampai saat ini tersangka tidak ditahan. Untuk dilakukan penahanan ada beberapa pertimbangan yang dilakukan.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 3 UU 31/1999 yang telah diperbaharui dengan UU 20/2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Tersangka juga akan dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

”Secepatnya kasus ini akan kita limpahkan ke pengadilan,” tutur Munarso.

Selain menetapkan tersangka, polisi juga menyita alat bukti berupa proposal pengajuan, resi pengiriman transfer uang, buku tabungan milik tersangka, dan sebuah motor Suzuki Thunder.  (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: