Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Pembatasan Siswa Luar Daerah Kurang Tepat

Pembatasan Siswa Luar Daerah Kurang Tepat

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Potensi Dongkrak Ekonomi Baru

KULONPROGO – Kebijakan Pemerintah Provinsi DIY, membatasi siswa asal luar daerah, dianggap kurang tepat. Hal ini justru akan berdampak terhadap perkembangan DIY secara umum. Regulasi ini perlu ditata agar predikat Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan bisa terjaga.

Anggota Komisi A DPRD DIY Ahmad Subangi mengatakan pembatasan siswa yang diterapkan sekolah bagi siswa luar daerah perlu ditinjau kembali. Sebab adanya pemberian kuota 10-20% ini menjadikan peluang orang luar DIY untuk mengeyam pendidikan di DIY terbatas. Khususnya bagi mereka yang ingin belajar pada jenjang SD-SMA.

”Ini kurang tepat dan harus ditinjau kembali,” jelasnya.

Menurutnya, siswa yang hendak sekolah di DIY dipastikan memiliki keluarga. Mereka setiap saat atau periode tertentu akan datang ke Yogyakarta. Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisawatan domestik. Ujung-ujungnya, akan terkadi peningkatkan perputaran uang di DIY. Bahkan akan banyak warga DIY yang ikut merasakan dampak dari kebijakan ini.

”Kedatangan siswa luar daerah ini akan menghasilkan multifyer effect yang luasa,” tutur politisi Partai Golkar ini.

Disisi lain, kenyamanan pendidikan di DIY akan terpatri di lubuk hati terdalam. Setiap orang yang pernah mengeyam pendidikan di DIY dipastikan akan kembali datang ke DIY. Entah sebatas reuni, atau ingin menikmati suasana Yogyakarta yang sudah ditinggalkan beberapa waktu lalu. Bahkan rasa seperti ini akan diturunkan kepada anak dan cucu. Hamspir dipastikan tradisi menyekolahkan siswa di DIY akan terus terjaga.

Mensikapi masalah yang ada, pemprov dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga harusnya bisa memberikan kelonggaran. Apalagi jumlah sekolah negeri di DIY cukup banyak dan bisa menampung siswa. Sekolah-sekolah inilah harus dikembangkan agar mampu mengukir prestasi yang lebih. Termausk penambahan sarana prasarana pendukung pembelajaran.

Perlu dicatat, siswa yang datang untuk sekolah di DIY adalah siswa dari kalangan ekonomi menengah ke atas. Latar belakang ini harus diarahkan untuk mengangkat potensi masyarakat yang kurang miskin. Penarikan sumbangan batas wajar dari siswa luar daerah untuk menolong keluarga kurang mampu.

”Model subsidi silang, akan membantu keluarga kurang mampu,” tutur politisi asal daerah pemilihan Kulonprogo ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sri Mulatsih mengatakan di Kulonprogo pembatasan siswa luar daerah sampai 20%. Kenyataan yang ada jumlah siswa yang masuk justru dibawah kuota yang ada. Justru kebenyakan sekolah swasta yang diserbu siswa daerah kabupaten perbatasan.

”Kalau Kulonprogo tidak ada masalah, karena kuota yang ada masih jauh dari pengisian,” jelasnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: