Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Delapan KK Transmigran Menunggu Kepastian

Delapan KK Transmigran Menunggu Kepastian

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) asal Kabupaten Kulonprogo yang menjadi transmigran di Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur hingga kini nasibnya masih mengambang. Oleh pemerintah setempat, mereka akan direlokasi ke tempat baru. Padahal mereka sudang tinggal di lokasi ini transmigran semenjak 2010 silam.

Delapan kepala keluarga ini masing-masing Mujiyono, asal Desa Pengasih Kecamatan pengasih, Suwai asal Sidomulyo Kecamatan Pengasih, Wijisantosa dari Kebonharjo, Samigaluh. Selain itu ada Turut Raharja dari Banjarsari Samigaluh, Arwanto dari Krembangan, Panjatan, Suribut dari Kalirejo,  Kokap, dan Aryanto asal Bumirejo, Lendah.

”Ada delapan KK dan kita sudah cek kesana,” ujar Kabid Transmigrasi Dinsosnakertrans Sujarwo.

Menurutnya, mereka telah tinggal di lokasi transmigran sejak 2010. Mereka berangkat melalui program transmigrasi Swadaya Masyarakat (TSM). Bahkan selama satu tahun mereka telah mengolah lahan pertanian semenjak bulan Juli 2010.

Kadis Sosnakertrans, Riyadi Sunarto, mengaku baru saja pulang dari Kutai. Dia berangkat kesana khusus untuk membicarakan permasalahan transmigrasi di Kutai dengan pemkab setempat.

Selama ini, delapan transmigran ini tinggal di Kaliorang Kutai Timur. Di kawasan transmigran ini dihuni bersama beberapa transmigran asal DIY, Jateng dan Jatim. Karena lahan garapan belum siap mereka mendatangi pemerintah desa beramai-ramai. Hal inilah menjadikan permasalahan. Padahal aparat keamanan sudah menjanjikan stabilitas keamanan.

”Kita sudah kesana dan islah, namun ada beberapa yang mengundurkan diri dan ingin kembali ke Jawa,” jelasnya.

Sekda Kulonprogo Budi Wibowo, mengaku permasalahan yang muncul hanya karena tidak adanya kepastian lahan garapan. Belakangan muncul wacana mereka akan ditempatkan di lokasi baru. Wacana relokasi ini menjadikan warga transmigran resah dan menemui perangkat desa beramai-ramai. Untuk itulah, pemkab Kulonprogo masih menunggu tindaklanjut dari Kementrian Trasmigrasi.

”Kita tunggu nanti dari pusat bagaimana,” ujarnya.

Kasus ini kata Budi bisa diselesaikan dengan negosiasi ulang. Tentu saja harus difasilitasi oleh Kementerian Transmigrasi agar mendapat jalan keluar yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

Anggota Komisi A DPRD Provinsi DIY, Ahmad Subangi mengatakan dalam kondisi seperti ini transmigran sudah kurang relevan. Sebab masyarakat lebih mengedepankan semangat kedaerahan. Hal ini rawan menjadikan transmigran menjadi tidak nyaman.

”Harus ada pencermatan dulu, jangan asal kirim,” tegasnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: