Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Harga Sembako Merangkak Naik

Harga Sembako Merangkak Naik

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Kenaikan wajar, Stok Melimpah

Cek Harga Sembako : Petugas melihat kondisi ayam layak konsumsi

KULONPROGO – Harga barang-barang kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Provinsi DIY mulai merangkak naik. Ini merupakan fenomena wajar menjelang bulan puasa. Kenaikan masih normal dan tidak perlu ditanggapi secara serius. Sebab stok barang di pasar masih melimpah dan mencukupi kebutuhan hingga lebaran nanti.

Kabag Analisis Kebijakan Produktivitas, Biro Administrasi perekonomian dan SDA Provinsi DIY, Sultoni Nur Rifai menuturkan  menjelang puasa ini pihaknya telah melakukan pantauan harga di sejumlah pasar tradisional. Kemarin siang pantaun dilakukan di Pasar Gamping, Sleman, Beringharjo, Yogyakarta dan Pasar wates Kulonprogo. Sedangkan hari ini akan dilaksanakan di Bantul dan Gunungkidul.

”Hampir semua barang kebutuhan pokok sudah mulai naik,” jelas Sultoni disela melakukan pengawasan harga di Pasar Wates kemarin.

Kenaikan yang terjadi sifatnya masih wajar dan belum begitu signifikan. Hal ini memiliki korelasi dengan hukum ekonomi. Setiap ada permintaan barang selalu berdampak terhadap kenaikan harga jual. Terpenting harga masih wajar dan stok tetap terjaga.

Untuk beras, harga jualnya berkisar Rp 6.250- Rp 6.750 per kilogramnya. Harga ini mengalami kenaikan sekitar Rp 500 mulai sepekan belakangan. Gula pasir juga meningkat sekitar Rp 300 menjadi Rp 9.000 dan Rp 9.400 untuk jenis gula putih. Kondisi yang sama juga terjadi untuk komoditi telur, terigu. bahkan di Kulonprogo harga telur dan daging justru lebih murah dibanding dua pasar lain.

”Kenaikannya dibawah 10 persen, dan ini masih wajar,” ujar Sultoni.

Biro Perekonomian, nantinya juga akan melakukan pantauan menjelang hari raya lebaran. Pantauan ini akan dijadikan dasar bagi penentuan kebijakan. Jika nanti cukup tinggi, tentu akan dilakukan operasi pasar atau pasar murah. Namun melihat stok yang masih banyak, hampir dipastikan kenaikan tidak akan mencolok. Guna menjaga stabilitas stok di pasar, dinas akan koordinasi dengan distributor pabrikan.

”Stok barang-barang di pasar masih aman,”ujarnya.

Kasi Penyediaan dan Analisa Harga, Bulog Divre DIY, Wahyu Widi mengatakan untukstok beras dipastikan aman. Saar ini stok beras di Bulog mencapai 10.300 ton. Sedangkan tingkat konsumsi masyarakat diperkirakan sekitar 6.400-6.800 selama tiga bulan.

”Melihat kebutuhan inim stok beras aman. Apalagi petani kita juga sedang memasuki masa panen padi,” bebernya.

Hasil pantauan yang dilakukan Bulog, juga tidak banyak menemukan adanya kenaikan harga yang signifikan. Setiap kilogramnya hanya berkisar Rp 200 – RP 600 rupiah.

Salah seorang pedagang daging Yuliastuti, mengatakan harga daging sapi sebelumnya hanya Rp 60 ribu. Namun mulai kemarin siang terjadi kenaikan harga menjadi Rp 64 ribu per kilogramnya. Kenaikan ini mendasar atas edaran yang dilakukan oleh persatuan pengusaha daging sapi.

Akibat kenaikan harga, kata dia, justru pedagang tidak bisa menjual daging. Sebelum naik dia mampu menjual 80 kilogram per harinya. Namun saat ini hanya bisa menjual sekitar 60-70 kilogram saja.

”Setelah harga naik, pembelinya turun,” tuturnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: