Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Tiga Radio Melanggar Perijinan

Tiga Radio Melanggar Perijinan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Siaran diluar Kulonprogo

KULONPROGO – Tiga radio swasta yang ada di Yogyakarta, KR Radio, Radio Mega Swara dan Impact Radio melanggar aturan perijinan penyiaran. Ketiga radio tersebut melakukan siaran di luar Kulonprogo. Padahal ketiga frekuensi yang digunakan merupakan jatah bagi radio yang ada di Kulonprogo.

Ketiga radio tersebut sebelumnya memang berada di Kulonprogo. KR radio merupakan perubahan dari Radio suara Indrakila (Rosala), Mega Suara dari radio Reksa Buana, dan Impact radio dulunya Radio Andalan Muda (RAM). Namun beberapa tahun belakangan ketiga radio tersebut dijual kepada radio yang baru.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Yogyakarta, Tri Suparyoto, menuturkan ketiga radio ini melanggar Keputusan Menteri Perhubungan 15/2003 yang diperbaharui dengan Permen Kominfo 13/2010 tentang alokasi frekuensi. Ketiga radio tersebut menggunakan jatah frekuensi bagi radio yang ada di Kulonprogo. Sedangkan mereka kini melakukan siaran di luar Kulonprogo. Praktis sudah tidak mungkin lagi ada radio komersial baru di Kulonprogo.

“Kepindahan tersebut telah melanggar masterplan alokasi frekuensi,” jelas paryoto saat melakukan audiensi dengan bupati Kulonprogo, di Gedung Joglo, komplek pemkab.

Selain itu, kata dia, radio-radio ini juga melanggar aturan lain. Sebab ijin frekuensi radio tidak bisa diperjualbelikan.  Untuk itulah KPID mengharapkan pemkab Kulonprogo tidak mengeluarkan perijinan pendukung perpanjangan. Baik itu berupa ijin gangguan (HO), ijin lokasi ataupun ijin-ijin yang lain. KPID sebagai pintu pertama masuknya izin peyiaran, nantinya juga tidak akan memberikan perpanjangan izin. Kecuali ketiga radio ini kembali berada di Kulonprogo.

”Perubahan ini jelas merugikan masyarakat dan Pemkab Kulonprogo,” tambahnya.

Anggota KPID yang lain Sukiratnasari mengharapkan pemkab Kulonprogo ikut mengawasi terhadap muatan siaran baik radio maupun televisi yang ada. Sangat mungkin dilakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Departemen Agama, agar tayangan lebih banyak yang bermanfaat.

”KPID siap kerjasama dengan dunia pendidikan maupun Depag,” jelasnya.

Bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo, mengatakan siap menindaklanjuti masukan yang diberikan oleh KPID. Pemkab akan lebih selektif dalam memberikan perijinan untuk kepentingan radio. Untuk itulah pemkab juga tidak akan memberikan ijin bagi perpanjangan radio, kecuali mau kembali di Kulonprogo.

“Lebih baik perijinan kami berikan kepada radio yang mau dan mampu beroperasi di Kulonprogo,” jelas Toyo.

Sementara itu Assek II Sekda, Nugroho mengaku akan menindaklanjuti masukan yang diberikan. Pemkab akan segera membentuk desk khusus untuk menangani penyiaran dan radio. Secepatnya akan dilakukan pertemuan dengan instansi terkait.

”Kalau tidak ada perubahan minggu depan, kita akan kumpulkan instansi terkait,” tegasnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: