Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Festival Layang-layang Terkendala Angin

Festival Layang-layang Terkendala Angin

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Pantai Glagah Indah yang menjadi primadona parwisata di Kulonprogo, kemarin siang dijubeli pengunjung. Selain untuk menikmati keindahan alam, panitia juga menggelar festival Layang-Layang tingkat nasional. Sayang event ini terkendala cuaca. Angin yang tidak kencang menghambat layang-layang untuk naik.

Festival layang-layang kemarin, sebenarnya cukup diminati peserta. Setidaknya ada 20 tim lokal dan 25 tim nasional ambil bagian dalam lomba yang mempertandingkan lima kelas ini. Untuk menyemarakkan, panitia mengundang komunitas layang-layang asal Bali. Layang-layang yang diberi nama Janggan, sepanjang 145 meter  akan diterbangkan. Sayang angin kurang mendukung layang-layang ini.

Humas Festival Layang-layang, Jhoni Candra mengatakan event ini untuk membangkitkan kembali para komunitas pelayang yang ada di Indonesia. Belakangan layang-layang mulai ditinggalkan para penghobi. Festival ini diharapkan bisa  mengenalkan kepada masyarakat akan keindahan bermain layang-layang.

”Kita ingin kenalkan layang-layang sebagai permainan tradisional kita,” jelasnya. Event ini akan menjadi festival rutin tahunan. Event ini digelar setahun untuk mendukung pariwisata di Kulonprogo.

Pada festival kemarin banyak sekali disuguhkan aneka layang-layang hasil kreasi pelayang. Mulai dari bentuk sosok wayang, orang, badut, hingga aneka bidadari. Sedangkan untuk tiga dimensi kian bervariasi, dari bentuk vespa, lebah, raket, hingga dragon.

Salah satu peserta, Sugihartono mengatakan dirinya rela datang dari Tulungagung Jawa Timur untuk menyemarakkan acara ini. Sebagai bagian dari hobi, dirinya kerap mengikuti event di luar kota hingga beberapa hari. Bahkan event kemarin ada di tiga kota. Praktis kelompoknya dibagi mengikuti di dua kota lain di Pangandaran dan Aceh.

”Sebenarnya lokasi cukup bagus, sayang anginnya kurang kencang dan menyulitkan untuk menerbangkan,” ujarnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: