Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Kulonprogo Penyangga Pangan DIY

Kulonprogo Penyangga Pangan DIY

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Panen : bupati Toyo S Dipo melakukan panen raya perdana padi varietas baru

KULONPROGO – Kabupaten Kulonprogo menjadi penyangga pangan di Provinsi DIY. Dari target nasional 853 ton produksi beras untuk DIY, sepertiganya ditopang oleh Kulonprogo. Sisanya menjadi tanggung jawab empat kabupaten/kota yang lain.

Kepala Dinas Pertanian Propinsi DIY Nanang Suwandi, mengaku sangat bersyukur serangan hama wereng di Kulonprogo tidak meluas. Sebab kalau sampai meluas, akan terjadi gagal panen. Akibatnya target produksi berasa di Diy tidak akan tercapai. Dari target 853 ton padi, sepertiganya ada di Kulonprogo.

”Kalau hasil di Kulonprogo jeblok maka di tingkat propinsi juga terkena imbasnya, kita bersyukur hama tidak meluas di wilayah Kulonprogo,”jelas Nanang disela Panen Padi Inpari 13 Kelompok Tani ”Tani Maju” Pedukuhan Secang, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih.

Menurutnya, Dinas Pertanian akan selalu menangani serangan wereng. Pengendalian akan menjadi prioritas, agar pertumbuhan dan produksi padi bisa maksimal. Beruntung pada tahun ini hanya sekitar dua ribu hektar tanaman padi yang terkena wereng. Apalagi di Kulonprogo tidak lebih dari 100 hektar, sehingga masih bisa memproduksi padi di atas target yang ada.

”Untung di Kulonprogo hanya 10 hektar. Ini pantas di apresiasi usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama-sama petani di Kulonprogo,” jelasnya.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, ( BPTP) DIY  Tri Sudaryono, mengaku cukup puas atas hasil panenan padi di Kulonprogo. Dari 5 hektar yang dipanen hasil ubinan mencapai 8,16 ton per hektar. Produksi sebanyak ini cukup tinggi dan mendekati 6,4 ton perhektar Gabah Kering Panen (GKP). Atau lebih tinggi dari produksi nasional yang hanya 5,1 ton per hektar gabah kering.

”Hasil ini sudah sangat bagus dan melampaui produktivitas nasional,” jelasnya.

Padi Inpari 13 yang dipanen, merupakan varietas baru yang tahan terhadap wereng. Selama ini petani lebih suka terhadap varietas 64. jenis ini sendiri sudah tidak begitu tahan terhadap serangan wereng.

Menurutnya pada 2011 ini Kementrian Pertanian mentargetkan  produksi padi 70,6 juta ton GKG. Sedangkan di akhir pemeirntah SBY harus bisa surplus 10 juta ton.

Bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo  mengharapkan petani lebih bervariasi dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari. Kendati padi merupakan makanan utama, namun banyak makananalternatif seperti umbi-umbian yang bisa dimanfaatkan.

Petani diharapkan membangun lumbung padi di setiap desa. Selain untuk ketersediaan pangan, juga untuk menunda penjualan saat harga turun.

”Petani hraus bisa menahan padi, jangan asal menjual,” ujarnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: