Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Kulonprogo Bentuk Sekolah Inklusi

Kulonprogo Bentuk Sekolah Inklusi

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Sekolah untuk anak berkebutuhan khusus (luk/kps)

KULONPROGO – Pemerintah kabupaten (pemkab) Kulonprogo segera mmebuat sekolah inklusi untuk menampung siswa berkebutuhan khusus atau penyandang cacat.  Bupati akan segera mengeluarkan peraturan bupati (perbup), untuk membentuk skeolah ini.

Kabag Kesra Sekretaris Daerah (Setda), Eko Wisnu Wardhana menuturkan pembentukan sekolah inklusi bersifat mendesak. Sebab banyak warga berkebutuhan khusus yang butuh sekolah. Sedangkan keberadaan sekolah luar biasa jumlahnya terbatas.

”Untuk sementara akan dibentuk perbup, karena kalau perda akan lebih lama,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini ada lembaga donor asal Jerman yang siap memberikan bantuan. Untuk menangani pembentukan ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Sosial tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans). Arahnya nanti disetiap kecamatan akan dibentuk sekolah inklusi untuk jenjang SD, dan SMP.  Sedangkan untuk tingkat SLTA akan dibentuk satu di jenjang kabupaten.

Pembentukan sekolah inklusi ini, tidak memerlukan pembangunan sekolah baru. Pasalnya sekolah-sekolah yang ditunjuk hanya perlu memikirkan aksesbilitas dari siswa yang berkebutuhan khusus tersebut. Selebihnya fasilitas yang dibutuhkan hampir sama dengan sekolah reguler.

”Diharapkan setiap rombel ada satu siswa berkebutuhan khusus yang didukung aksesbilitas,” jelasnya.

Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kulonprogo, Parjan, mengatakan para penyandang cacat cukup kesulitan untuk mengakses SLB. Sebab jumlahnya sangat terbatas dan sulit dijangkau. Sedangkan untuk mendaftar ke sekolah reguler, belum bisa terakomodasi.

”Kami sebagai kaum minoritas, butuh akses kebutuhan dasar seperti pendidikan,” katanya.

Keberadaan sekolah inklusi, kata dia, diharapkan bisa mmebantui para penyandang cacat. Sebab tidak semua penyandang cacat berasal dari keluarga mampu. Masih banyak yang berasal dari keluarga miskin. Apalagi warga di kawasan utara cukup kesulitan untuk menjangkau sarana yang ada.

”Kita smabut senang adanya sekolah inklusi ini,” ujarnya.

Kabid Sosial Dinsosnakertrans, Arif Prastowo mengatakan, di Kulonprogo baru ada tujuh SLB. Jumlah yang minim ini belum bisa mengakomodir teman-teman kita yang memiliki kebutuhan khusus untuk mengakses pendidikan. Sementara untuk jumlah penyandang cacat di Kulonprogo, berdasarkan data terakhir jumlahnya sebanyak 6.173 orang. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: