Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Nasdem Kulonprogo Stagnan

Nasdem Kulonprogo Stagnan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Tak ada yang Tahu Sultan Mundur

KULONPROGO – Keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) “Nasional Democrat” atau dikenal dengan Nasdem di Kulonprogo stagnan. Pasca terbentuk kepengurusan, tidak pernah ada agenda yang jelas. Praktis, kepengurusan yang ada tidak banyak mengetahui adanya rumor mundurnya Sultan dari Nasdem.

Ketua Nasdem Kulonprogo, Djuwardi mengatakan Nasem Kulonprogo dalam kondisi stagnan. Setelah terbentuk kepengurusan yang baru tidak pernah ada kegiatan konsolidasi organisasi secara internal.

”Kita malah tidak tahu kalau Sultan mundur, karena Nasdem dalam kondisi stagnan,”tuturnya.

Saat ini kepengurusan Nasdem di Kulonprogo sudah terbentuk untuk tingkat kabupaten. Banyak tokoh masyarakat maupun tokoh politik yang bergabung. Mereka juga tertantang untuk mengambangkan nasdem sebagai ormas.

Menurutnya, jika memang wacana perubahan nasdem sebagai parpol menguat, sangat dimungkinkan akan terjadi perpecahan. Kondisi ini mengancam eksistensi Nasdem di Kulonprogo. Sebab banyak pengurus Nasdem yang duduk dalam kepengurusan parpol.

”Kalau tetap dipaksakan menjadi parpol, pasti banyak pengurus yang mundur,” jelasnya.

Idealnya, Nasdem tetap sebagai ormas dan tidak ada kepentingan politik. Sehingga sangat mungkin Nasdem menjadi dua organisasi. Satu sebagai ormas dan satu lagi sebagai parpol. Hal ini nampaknya yang akan menjadi pemikiran kedepan dari pengurus yang ada.

”Saya juga PNS, tidak mungkin bisa menjabat sebagai ketua parpol,” pungkasnya.

Sekretaris Nasdem Kulonprogo Ahmad Suhaemi, mengatakan saat ini butuh adanya kejelasan dari pusat terkait posisi Nasdem. Apakah tetap akan istiqomah sebagai ormas atau berubah menjadi parpol. Hal ini yang harus dijelaskan kepada pengurus sampai di tingkat bawah.

Suhaemi menilai, langkah pengunduran diri Sultan dianggap tepat. Hal ini tidak lepas dari semangat awal untuk menjadikan Nasdem sebagai ormas. Langkah inipun akan banyak diikuti kader lain yang telah duduk dalam kepengurusan parpol.

”Saya pribadipun akan mundur kalau berubah menjadi parpol,” jelasnya.

Pengurus Nasdem Kulonprogo Muhtarom Asrori, juga mengaku tidak mengetahui adanya pengunduran diri Sultan dari Nasdem. Namun melihat gelagat dan arah deklarator yang mengarah ke parpol, pengunduran diri Sultan sangatlah tepat. Posisi Sultan sebagai gubernur dan raja merupakan posisi paling ideal. Sultan jangan sampai duduk dalam kepengurusan parpol manapun. Hal ini akan menjadikan kredibilitas Sultan dan netralitasnya lebih terjaga.

”Memang lebih baik begitu, jangan sampai menjadi pengurus parpol manapun,” tuturnya.

Mantan anggota DPRD Kulonprogo inipun, pesimis Nasdem di Kulonprogo bisa berkembang dengan baik. Sebab banyak pengurus yang kini duduk dalam jabatan politik. Hal itu terjadi sebelum Nasdem muncul.

”Kepengurusan di Kulonprogo ini lintas parpol,” ujarnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: