Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Angka Melahirkan Di Bawah Umur Meningkat

Angka Melahirkan Di Bawah Umur Meningkat

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Angka melahirkan bagi perempuan dibawah umur di Kulonprogo cukup tinggi. Setiap tahun ada peningkatan angka kelahiran diusia ini. Butuh kerjasama lintas sektoral  untuk menekan angka ini.

Dokter spesialis anak RSUD Wates, dr.Lies Indriyati,Sp.A mengatakan angka persalinan perempuan dibawah usia 20 tahun cenderung meningkat. Pada 2009 tercatat mencapai 95 orang, dan meningkat menjadi 111 orang di 2011. Padahal tahun-tahun sebelumnya dibawah angka 50 kasus.

”Kita tidak tahu masalah apa, kok bisa meningkat tajam,” jelasnya pada Koordinasi Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja bertempat di Aula Dinas Kesehatan Unit II di Wates, kemarin. Koordinasi ini dihadiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kementrian Agama dan beberapa organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Tim Aktivasi Kesehatan Reproduksi Kabupaten Kulon Progo

Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan tenologi harus disikapi sejak dini. Saat ini banyak beredar handphone murah dengan layanan bisa untuk internet. Belum lagi maraknya warung internet yang tidak dilengkapi dengan fasilitas pemblokiran pornografi.

”Perlu kerjasama lintas ektoral agar kasus bisa ditekan,” tuturnya.

Kadinas Kesehatan Kulonprogo dr Lestaryono, mengatakan kesehatan bagi anak dan pengetahuan tentang reproduksi remaja sangat penting. Hal ini menjadi tugas seua elemen, bukan hanya dari dinas kesehatan.

”Kegiatan UKS  dan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) disekolah perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Haryono mengakui pembelajaran kesehatan  para siswa di beberapa sekolah melalui UKS dan pelajaran jasmani kesehatan belum sesuai harapan. Hal ini disebabkan banyak sekolah mementingkan mata pelajaran yang masuk Ujian Nasional (UN). Padahal anak sekolah dapat menjadi kader kesehatan bagi teman sebaya, keluarga dan masyarakat.

“Perlu adanya langkah nyata dengan konseling untuk remaja dan orangtua, memberdayakan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanganan kesehatan reproduksi,” jelasnya. Advokasi kesehatan reproduksi remaja, juga perlu diberikan kepada tokoh-tokoh masyakat dan tokoh agama.  (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: