Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » BPBD Petakan Ancaman Kekeringan

BPBD Petakan Ancaman Kekeringan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Kering : dua pekerja sumur tengah menyelesaikan pembuatan sumur ladang untuk mengatai kekeringan

KULONPROGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, akan tangani kekeringan sejak dini. Setiap kecamatan diminta membuat pemetaan kekeringan dan kebutuhan air bersih. BPBD telah berkoordinasi dengan pemkab dan perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk menangani droping air bersih.

Ketua BPBD, Untung Waluyo mengatakan pihaknya telah mengumpulkan perwakilan dari 12 kecamatan yang ada di Kulonprogo. Setiap kecamatan diminta membuat pemetaan kekeringan, khususnya dalam kaitan air bersih. Pemetaan ini juga meenyangkut kebutuhan masyarakat di daerah rawan kekeringan.  

Saat ini sudah ada dua wilayah yang dilaporkan masuk dalam kategori kekeringan. Yakni di wilayah Banjahrajo Kalibawang dan diwilayah Plampang, Kalirejo Kokap.

”Setiap kecamatan akan kita petakan, wilayah mana yang kering dan kebutuhan air bersih,” tuturnya.

Menuutnya BPBD juga telah melakukan koordinasi dengan PDAM dan pemkab Kulonprogo. Nantinya akan disediakan dana tak tersangka di pos bupati untuk droping air bersih ini. Khusus daerah yang sulit dijangkau, droping akan dilakukan di titik terdekat. Menyusul adanya laporan 36 kepala keluarga di Banjarasri yang sulit terjangkau.

Dari hasil pemetaan ini, nantinya akan dibuat data base kekeringan. Termasuk menentukan titik-titik yang memiliki sumber mata air bersih. Dengan cara ini kekeringan akan mudah dipatau dan diatasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat per tahunnya. Termasuk kebutuhan peralatan pendukung.

”Kabupaten juga akan koordinasi dengan kabupaten tetangga untuk pinjam kendaraan tangki,”pungkasnya.

Sementara itu Dirut PDAM Jumantoro mengatakan ideal kebutuhan air bersih ideal setiap orang per hari adalah 60 liter. Pada musim kemarau seperti ini, banyak wilayah yang sulit memenuhi kebutuhan ideal. Menyusul mata air yang mulai kering dan tidak menghasilkan air bersih. Sampai saat ini, PDAM telah dua kali mengirimkan air bersihdi wilayah Plampang, Kalirejo Kokap.

”Tahun ini kita sudah droping dua kali,” jelasnya.

PDAM sendiri telah membuka posko siaga kekeringan di kantornya. Masyarakat bisa mengadukan permasalahan kekeringan, agar bisa ditindaklanjuti. Untuk satu tanki air dipatok dengan harga Rp 150 ribu.

sementara itu sejumlah petani mulai kesulitan mendapatkan air utuk irigasi. Mereka terpaksa membuat sumut di areal persawahan. ini digunakan untuk antisipasi kebutuhan air bagi tanaman palawija. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: