Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Sekolah Pinggiran Kurang Siswa

Sekolah Pinggiran Kurang Siswa

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Sekolah : Sejumlah pelajar mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Pendaftaran baru, di sejumlah sekolah pinggiran kekurangan siswa

KULONPROGO – Sejumlah sekolah pinggiran yang ada di Kulonprogo kesulitan memenuhi kuota calon peserta didik baru. Sampai batas akhir pendaftaran, masih ada beberapa sekolah yang rombongan belajar (rombel)nya dibawah ketentuan. Khusus bagi sekolah swasta, masa pendaftaran diperpanjang sampai Jumat (8/7) mendatang.

Kasubag Umum dan Perencanaan Dinas Pendidikan Kulonprogo, Subardi mengaku sampai saat ini belum ada satupun sekolah yang melaporkan hasil penjaringan calon peserta didik baru. Baik dari jenjang SD, SMP ataupun SMA/SMK. Laporan tersebut baru akan diterima pada Kamis (15/7) mendatang sesuai edaran yang sudah dibuat.

Kendati demikian, dari pantauan dan laporan informal masih ada beberapa sekolah yang rombelnya kurang dari kuota yang ditentukan. Ini terjadi di wilayah pinggiran dan perbatasan dengan kabupaten tetangga. Baik di Kokap, Samigaluh, Kalibawang maupun di Galur dan Lendah.

”Yang kurang ada sekolah di pinggiran, berapa kepastiannya dinas belum terima laporan resmi tertulis,” jelasnya.

Menurutnya, kurangnya peserta didik ini tidak hanya pada jenjang SD. Namun untuk SLTP dan SLTA/SMK juga mengalami hal yang sama. Ada kecenderungan warga di pinggiran memilih sekolah swasta. Selain kualitasnya yang lebih baik, mereka ingin lebih maju.

Dinas sendiri tidak mungkin melakukan perpanjangan pendaftaran. Pendafaran telah ditutup pada akhir Juni kemarin untuk SLTP dan SLTA. Sedangkan untuk Sd justru lebih dahulu. Perpanjangan hanya diberikan bagi sekolah swasta, sepanjang dilakukan sebelum jadwal proses belajar mengajar dimulai. Sesuai jadwal yang disusun dinas, pada Senin (11/7) semua sekolah sudah melaksanakan program belajar mengajar.

”Untuk swasta kita berikan toleransi perpanjangan sampai Kamis,” tegasnya.

Terkait adanya edaran untuk penerimaan 20% bagi siswa miskin, belum dilaksanakan secara utuh. Sebab instruksi tersebut muncul setelah bupati mengeluarkan peraturan, dan proses pendaftaran sudah berjalan. Kemungkinan edaran gubernur baru bisa dilaksanakan pada tahun depan. Itupun harus ada penyempurnaan.

Sementara itu kepala sekolah SMA 1 Temn Slamet Riyadi mengatakan sekolahnya tidak banyak banyak mengalami kesulitan dengan peserta didik baru. Sekolahnya menampung 96 siswa yang dibagi ke dalam 3 kelas. Jumlah pendaftar juga melebihi daya tampung sekolah yang ada. Terpaksa beberapa siswa tidak diterima dengan dasar ranking terhadap nilai ujian nasional.

”Kalau Temon masih bagus, tetapi informasinya memang dari skeolah pinggiran ada yang kekurangan,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Purwosari, Girimulyo, Septilia Anik mengaku keberadaan SD di pinggiran memang sulit untuk bisa menampung siswa dalam jumlah banyak. Biasanya satu kelas hanya skeitar 20 siswa. Bahkan di sekitarnya jumlah siswa justru berada di bawah 20 orang.

”Dipinggiran itu anaknya memang sedikit, belu, lagi orang tua yang menyekolahkan di kota,” ujarnya.  (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: