Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Hakim Tolak Ekspesi Tukijo

Hakim Tolak Ekspesi Tukijo

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Warga Minta Tukijo Dibebaskan

Waarga Pesisir Selatan Desak Agar Tukijo Dibebaskan

KULONPROGO – Majelis hakim Pengadilan Negeri Wates menolak eksepsi yang diajukan oleh terdakwa Tukijo,45 melalui kuasa hukumnya dari LBH Yogyakarta. Dalam putusan selanya, hakim juga meminta jaksa segera melanjutkan untuk pembuktian kasus penyanderaan yang dilakukan terdakwa terhadap buruh harian lepas PT Jogja Magasa Iron (JMI) yang akan menambang pasir besi.

“Putusan sela ini menolak semua eksepsi terdakwa, jadi sidang selanjutnya untuk proses pembutian,” jelas ketua majelis hakim Ag Eko Puwanto usai mengetuk palu.

Setelah pembacaan putusan sela ini, sidang langsung ditutup. Menyusul pihak jaksa yang dipimpin oleh Nikolas Aheluheluw yang belum menyiapkan saksi-saksi. Rencananya sidang akan dilanjutkan kamis (7/7) dengan agenda pemeriksaan saksi.

Usai sidang ditutup sempat diwarnai ketegangan antara keluarga terdakwa dengan aparat kejaksaan dan kepolisian yang membawa Tukijo. Keluarga minta waktu beberapa menit untuk bertemuu, namun sempat dilarang. Setelah ada negosiasi, keluarga bisa beremu meskipun hanya beberapa menit.

Tim penasehat hukum terdakwa dari LBH Yogyakarta yang diketuai oleh Syamsudin Nurseha berharap penanganan kliennya tidak perlu berlebihan. Tukijo semestinya ditangani secara wajar, layaknya terdakwa yang lain. Kenyataanya selama persidangan pengamanan sangat ketat. Bahkan Tukijo harus dikawal aparat kepolisian hingga menyulitkan pihak keluarga untuk bertemu.

”Dia juga punya hak, justru penanganan seperti ini bisa memicu provokasi warga,” ujar Syamsudin.

Mensikapi adanya putusan sela yang menolak semua eksepsinya, Syamsudin akan mengajukan perlawanan. Yakni mengajukan perlawanan kepada pengadilan tinggi. Sebab semua keberatan yang diajukan sama sekali tidak dijadikan pertimbangan dalam putusan sela hakim.

”Kita akan ajukan perlawanan di PT,” tuturnya.

Putusan hakim yang menolak eksepsi terdakwa, langsung memicu warga pesisir untuk bersikap. Secara spontan mereka menggelar orasi di halaman depan pengadilan. Sejumlah poster dibentangkan, hingga menutup ruas jalan di depan Pengadilan.

Warga yang tergabung dalam Forum peduli Keadilan Bebaskan Tukijo menuntut agar Tukijo dibebaskan. Sebab semua dakwaan yang disampaikan oleh jaksa sama sekali tidak pernah dilakukan oleh Tukijo. Hal itu merupakan bentuk kriminalisasi, intimidasi terhadap petani sekaligus menciptakan konflik dimasyarakat.

”Penambangan pasir besi harus dihentikan karena menjadi masalah bagi masyarakat,” ujar Sumanto salah satu warga.

Tukijo merupakan petani miskin yang bersama maysarakat menolak penambangan pasir besi. Langkah itu dilakukan untuk mempertahankan lahan pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian.

Pengadilan terhadap Tukijo jilid II ini adalah tipu muslihat oleh aparat hukum, penguasa dan pengusaha. Mereka dengan sengaja melakukan hal itu untuk meredam dan membungkam sekaligus menakut-nakuti masyarakat pesisir yang menolak penambangan.

”Ditangkap dan diadilinya Tukijo menjadi bukti hukum menjadi tempat berlindung dari keserakahan dan ketidakadilan,” tegasnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: