Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » JOC Terima Hibah Elang Jawa

JOC Terima Hibah Elang Jawa

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Tim Medis Jogja Orangutan Centre memeriksa kondisi Elang Jawa

KULONPROGO – Koleksi satwa langka yang ada di Jogja Orangutan Centre (JOC) milik Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) yang dulu dikenal dengan Pusat Penyelamatan satwa Jogjakarta (PPSJ) kembali bertambah. JOC menerima hibah satu ekor Elang Jawa (Nisaetus Bartellsi).

Elang Jawa ini diserahkan oleh Khusnun Irawan, mahasiswa sebuah universitas swasta yang ada di Yogyakarta. Warga Bintaran Wetan, Piyungan, Bantul membeli satwa ini seharga Rp 1,5 juta dari sebuah situs internet. Karena kasihan, Khusnun menyerahkan satwa ini kepada JOC untuk direhabilitasi.

“Awalnya saya lihat iklan diinternet, elang itu dijual seharga Rp 1,5 juta,” ungkapnya.

Setelah membayar dengan model transfer pada Jumat (24/6) burung ini diantar kerumahnya melalui jasa kurir. Saat itu kondisi elang sudah jinak dan  beberapa bulu ekornya banyak yang hilang.

Kabag Pengembangan Program Jogja Orangutan Center (JOC), Gunawan mengatakan populasi Elang Jawa sudah sangat terbatas. Hasil penelitian oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) hanya ada sekitar 500 pasang elang Jawa yang hidup liar di alam. Elang Jawa ini hanya dua tahun sekali bertelur. Pratis populasinya sangat terbatas, dan rawan dari kepunahan. Elang Jawa seperti itu, banyak tinggal di habitat alami pegunungan dengan kondisi hutan 75% utuh.

”Butuh kepedulian bersama dari masyarakat untuk melestarikan satwa-satwa yang langka” ujar mantan Directur Satwa Elang Gunung Salak, Bogor ini.

Dokter Hewan Jogja Orangutan Center (JOC), drh Dian Tresno Wikanti mengaku telah melakukan penelitian terhadap elang ini. Baik dengan memeriksa kondisi fisik maupun serologis berupa sample darah dan serum pada tubuh elang. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan kondisi badan, jenis kelamin, pernafasan, kondisi sayap dan ekor.

”Sample darah akan diperiksa dilaboratorium untuk pastikan sehat atau ada penyakitnya,” jelansya. Hasil pemeriksaan fisik sementara, pada sayap, ekor sudha rusak. Ini akibat pemeliharaan elang yang dilakukan di dalam kandang dengan ukuran terbatas.

”Adanya penambahan ini, populasi elang di JOC menjadi empat. Elang hitam, kepala kelabu, brontok dan elang jawa yang aru saja kita terima,” tuturnya. Sebelumnya, JOC sudah beberapa kali melepaskan elang yang sudah direhabilitasi ke alam liar, sesuai habitatnya. (fiz)


2 Komentar

  1. kukuh budiharso mengatakan:

    patut ditiru..http;//budiharso.wordpress.com

  2. coco coy mengatakan:

    budayakan juga badak jawa…
    hihihihihihihihihihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: