Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » PDAM Siapkan Enam mobil Tanki

PDAM Siapkan Enam mobil Tanki

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Siaga Dini Kekeringan

KULONPROGO – Perusahaan daerah air minum (PDAM) Kulonprogo mensikapi sejak dini ancaman kekeringan. Mereka telah membuka posko pengaduan kekeringan. Enam armada mobil tanki sudah disiapkan untuk memenuhi permintaan air bersih dari masayarakat.

Direktur PDAM Kulonprogo, Jumantoro mengatakan posko siaga kekeringan ini dibuka setiap hari dan jam kerja di kantornya. Posko sudah rutin dibuka setiap tahun. Biasanya menjelang pertengahan tahun, akan diikuti permintaan air bersih di masyarakat.

”Kita sudah buka posko siaga kekeringan, meski kekeringan belum parah,” jelasnya.

Menurutnya, semenjak di buka belum ada satupun aduan yang masuk. Diperkirakan permintaan droping baru akan terjadi pada bulan Juli sampai dengan lebaran nanti. Menyusul sejumlah mata air di perbukitan yang mulai tidak mengalirkan air.

”Ada enam mobil tanki yang kita siapkan untuk distribusi,” ujarnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, kekeringan banyak melanda masyarakat di perbukitan Menoreh. Mulai dari Kecamatan Kokap, kalibawang, Samigaluh sampai Girimulyo. Kendati demikian juga ada permintaan dari Pengasih, Sentolo dan beberapa kecamatan lain.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Untung Waluyo, mengaku belum menyediakan anggaran khusus untuk menangani kekeringan. Koordinasi baru akan dilakukan setelah kekeringan muncul dan signifikan berdampak di masyarakat.

”Kekeringan belum begitu menjadi masalah di Kulonprogo,” ujarnya.

Menurutnya, jika nanti terjadi kekeringan, pihaknya akan mengupayakan melalui anggaran tak terduga APBD. Besaran anggaran sendiri akan dikoordinasikan dengan Kesra, PDAm dan instansi lain yang terkait.

Sementara itu Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Perkebunan dan kehutanan, M Aris Nugroho mengaku kekeringan tahun ini tidak akan berdampak terhadap pertanian. Sebab dari lahan persawahan yang ada kini telah memasuki masa panen.

”Petani Kulonprogo cukup mengikuti pola tanam yang kita anjurkan. Jadi air untuk irigasi tidak masalah,” ujarnya.

Pada puncak kekeringan yang diprediksi bulan Agustus nanti, petani memulai menanam palawija. Praktis kebutuhan air untuk irigasi tidak begitu banyak. Petani bisa memanfaatkan sumur ladang untuk memenuhi kebutuhan tanaman ini.

”Kita pastikan tidak ada masalah untuk pertanian,” tegasnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: