Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » TKI Kulonprogo Meninggal di Malaysia

TKI Kulonprogo Meninggal di Malaysia

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Seorang tenaga Kerja Indonesia (TKI), Supiyah, 50 dikabarkan tewas di rumah kontrakannya di Serawak, Malaysia Timur, pada Rabu (22/6) lalu. Pihak keluarga kesulitan untuk bisa membawa pulang jenasah korban di rumahnya di Sangkrek, hargorejo, Kokap.

Kabar meninggalnya Supiyah, diketahui oleh kedua anak korban Umi Badriyah, 26 dan Alwi Yusron,18 malam itu juga pasca ibunya meninggal. Saat itu, Wagirin ayahnya mengabarkan ibunya meninggal dunia karena sakit.

”Ayah saya memang tinggal serumah dengan ibu di Malaysia. Mereka sama-sama bekerja di pabrik plywood,” jelas Alwi.

Sebelum meninggal, imbuh Alwi, ibunya sempat menghubungi dirinya. Ibunya mengaku sakit demam, dan sudah sepekan tidak bekerja. Saat itu, dikatakan akan berobat ke dokter karena sakitnya tidak kunjung sembuh. Kenyataanya malam hari usai ke dokter, ibunya meninggal di rumah kontrakan.

”Saya sempat berfirasat, tangan saya sakit dan sembuh ketika ibu saya menelpon,” ujarnya.

Kakak korban Ibrahim Asmoro, mengaku keluarganya shock dengan kabar meninggalnya Supiyah. Sebab dirinya berangkat di Malaysia untuk bekerja semenjak 2006 silam. Sedangkan suaminya berangkan ikut menyusul pada 2006 lalu, setelah Yusron anaknya mengalami kecelakaan.

”Mereka berdua kerja disana, agar anaknya bisa kuliah,” tutur Ibrahim.

Pihak keluarga, sangat mengharapkan jasad korban bisa segera dibawa pulang untuk dimakamkan. Kenyataanya sampai lima hari ini, jasad korban belum bisa dibawa pulang.  Ini tidak lepas dari jenjang karir korban yang hanya pegawai rendahan. Hal ini diyakini menjadi menghambat proses kepulangan jenasah.

”Informasinya hari ini (kemarin) jenasah akan dikirim. Kita akan makamkan besok (hari ini) di makam keluarga,” ujarnya.

Kabid Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans, Armansyah Gatot Subroto mengaku dinas mendapatkan informasi dari perangkat desa. Saat itu dilaporkan ada warganya yang tewas di Malaysia dan belum bisa dibawa pulang. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi tempat kerja, dan kedubes Ri di Malaysia. Akhirnya diketahui korban bekerja di JPT Rintara, Tanjung Manis, Serawak yang bergerak dalam produksi plywood.

”Dinas sudah berupaya membantu kepulangan jenasah korban,” tuturnya.

Untuk memfasilitasi kepulangan, dinas akan menyediakan ambulance dan menjemput ke bandara. Termasuk memberian uang duka kepada akeluarga korban. Dinas berharap, TKI yang bekerja di luar negeri aktif melaporkan perkembangan kerja kepada dinas. Termasuk perpanjangan kontrak setelah bekerja disama. Kasus Supiyah ini sulit terdeteksi, juga karena tidak ada laporan lengkap yang ada di dinas.

”Biasanya kalau sudah kerja disana, mereka malas mengabari perpanjangan kontrak,” tutur staff Dinsosnkertrans Muh Juaini. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: