Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Guru Cabul, Diancam UUPA

Guru Cabul, Diancam UUPA

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Guru yang melakukan pencabulan terhadap siswanya, Sabar,41 kini mendekam di balik terali besi Polsek Pengasih, Kulonprogo. Polisi telah menetapkan dirinya sebagai tersangka pencabulan. Para penyidik sendiri masih melakukan pengembangan kasus ini.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo AKP Hendri Multi menuturkan, pasca adanya aduan warga polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban. Dari keterangan inilah polisi akhirnya menahan tersangka untuk kepentingan pemeriksaan dan penyidikan.

”Karena mapolres baru belum ada ruangan tahanan, dia kita titipkan ke Polsek Pengasih,” ujarnya.

Menurutnya, penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus ini. Diduga masih ada beberapa siswa lain yang telah menjadi korban pelaku. Untuk itulah perlu adanya peran aktif dari masyarakat agar kasus ini bisa terungkap kebenarannya.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 82 UU 23/2002 tentang Perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 3 tahun. Pelaku juga akan dijerat dengan pasal 290 KUHP tentang tindakan pencabulan, dengan ancaman maksimal 7 tahun.

”Kita masih dalami kasus ini, sekaligus untuk mencari korban yang lain,” tuturnya.

Sementara itu aktivitis Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (PK2PA), Siti Mukhodimah, mengaku prihatin dengan kejadian ini. Menurutnya, angka pencabulan dengan korban anak-anak di bawah umur masih saja terjadi. Padahal pihaknya sudah banyak memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Kejadian pencabulan merupakan kasus yang sulit ditangani. Perlu adanya koordinasi lintas sektoral secara terpadu agar kasus ini bisa ditekan. Sebab kasus ini sepertinya hanyalah fenomena gunung es. Yang muncul hanyalah sebagian kecil dari kasus yang ada di lapangan.

”Butuh adanya integritas dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat untuk menangani kasus ini,” ujarnya.

Dari penanganan yang ada, pelaku biasanya memiliki kelainan dan gangguang psikologis. Hal ini dipengaruhi kemajuan informasi teknologi (IT) berbasis internet yang mudah diakses siapa saja. Kondisi ini akan diperparah dengan lingkungan yang kurang mendukung.

”Kita akan koordinasi dengan Rifka Anisa (Yayasan pemerhati anak korban kekerasan) untuk mendampingi korban,” ujarnya.

Kepala Departemen Agama, Ridwan Priyanto mengaku pihaknya belum mendapatkan laporan adanya guru yayasan yang melakukan pencabulan. Depag akan koordinasi dengan pihak sekolah untuk penanganan.

”Kalau sekolah sudah memecat dia itu bagus,” tuturnya.

Kejadian ini secara tidak langsung mencemarkan sekolah yang berbasis religi. Hal ini akan menjadi prioritas bersama. Apalagi pembinaan untk sekolah di pinggiran belum maksimal. (fiz)


1 Komentar

  1. ika puspita sari mengatakan:

    saya juga termasuk korban dari guru bernama sabar nama saya ika puaspita sari saya lulusan mi plampang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: