Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » 795 Penderes Diasuransikan

795 Penderes Diasuransikan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Resiko : seorang penderes tengah mengamvil nira di atas pohon setinggi 15 meter

KULONPROGO – Sebanyak 795 penderes nira (bahan pembuat gula kelapa), diikutkan dalam program asuransi. Premi asuransi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) ini dibayarkan oleh Pemkab Kulonprogo, untuk melindungi para tenaga kerja yang berisiko tinggi kecelakaan ini.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Riyadi Sunarto mengatakan saat ini ada sekitar 6.430 orang penderes, yang tersebar di 9 kecamatan. Penderes merupakan salah satu profesi yang paling rawan mengalami kecelakaan kerja. Untuk melindunginya, mereka dimasukkan ke dalam program asuransi sosial.

”Saat ini baru 795 orang yang masuk asuransi ini,”jelas Riyadi.

Menurutnya, jumlah ini baru sebagai kecil, atau sekitar 12.36 persen. Terbanyak berasal dari Kokap dengan 37o penderes, diikuti Kecamatan Kalibawang 204 penderes, dan Kecamatan Samigaluh 85 orang. Para penderes ini, dimasukkan ke dalam tiga program. Yaitu, jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK), dan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK).

Premi asuransi ini dibayarkan oleh pemerintah berupa subsidi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Setiap penderes masuk dalam jaminan asuransi selama delapan bulan. Subsidi premi yang dibayarkan, setiap penderes Rp 34.400. Sehingga total nilai subsidi iuran untuk 795 pPenderes sebesar Rp 218,78 juta.

“Santunan dari sana bervariasi, tergantung kecelakaan,” ujarnya.

Bagi penderes untuk JKK penyandang cacat tetap maksimal sebesar Rp 49,6 juta, jaminan kematian maksimal sebesar 16,8 juta, dan jaminan pemeliharaan kesehatan maksimal Rp 20 juta. Kedepan pemkab berencana untuk memasukkan smeua penderes ke dalam asuransi.

Kabid Hubungan Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja (HIPTK) Dinsosnakertrans, Bambang Sutrisno mengatakan alasan pemberian asuransi karene penderes bisa mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Penderes secara tidak langsung juga berperan dalam meningkatkan pendapatan domestik regional bruto (PDRB). Padahal setiap aktivitas yang dilakukan memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan. Sampai pertengahan tahun ini, setidaknya sudah ada 15 kejadian kecelakaan. Tiga orang diantaranya meninggal, karena teratuh ketika menyadap nira.

”Karena risiko yang tinggi ini, makanya kita melindungi mereka,” jelasnya.

Kebijakan ini, kata dia, sudah diupayakan sejak 2010 silam.  Namun baru terealisasi pada 2011 ini. Itupun realisasi hanya 795 orang, jauh dibawah usulan yang disampaikan.

“Kuota dari pusat ada seribu orang, sisanya untuk kota dan Sleman,” ujarnya.

Kebijakan adanya asuransi ini, disambut positif oleh para penderes. Mereka berharap program ini bisa berkelanjutan, dan tidak hanya setahun sekali. Sebab menjadi penderes memiliki risiko yang cukup besar. Tidak sedikit penderes jatuh dan kehilangan nyawa.

”Menderes adalah pekerjaan utama kita, jadi perlindungan ini sangat kita harapkan,” ujarnya Sariman salah seorang penderes. (fiz)


1 Komentar

  1. deni mengatakan:

    Sangat bagus programnya,desa saya bnyk penderes,didaerah sawangan magelang.sy mau studi banding dimna saya bisa dtg.sy ingin perjuangkan msyarakat kecil.yg bertaruh nyawa demi gula

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: