Kulonprogonews's

Beranda » Hankam » Guru Madrasah Ibtidaiyah Cabuli 13 Siswa

Guru Madrasah Ibtidaiyah Cabuli 13 Siswa

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Malu : sambil menutupi mukanya dengan jaket, guru yang diduga melakukan pencabulan ketika hendak dibawa ke Mapolres Kulonprogo

KULONPROGO – Seorang guru sebuah Madrasah Ibtidaiyah yang setara dengan SD, Sabar,41 diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksualitas dan pencabulan terhadap 13 siswa perempuan. Tragisnya, kejadian ini dilakukan di komplek sekolah, ketika kegiatan ekstrakurikuler. Aksi pencabulan sendiri sudah berlangsung lama, dan baru terbongkar kemarin.

Pelaku pencabulan ini merupakan warga Sebatang Hargotirto, Kecamatan Kokap. Dirinya telah sekitar lima tahun mengabdi sebagai guru kelas. Saat kejadian dia menjadi guru kelas tiga dan dipercaya menangani kegiatan ekstrakurikuler di sekolah pada sore hari.

Aksi pencabulan yang dilakukan terhadap siswanya ini, ditengarai sudah terjadi sejak beberapa bulan silam. Namun aksi ini baru diketahui tiga hari belakangan. Menyusul adanya salah satu siswa yang mengadukan permasalahan ini kepada guru. Ketika ditelusuri, ternyata ada beberapa teman yang lain yang juga diperlakukan tidak senonoh.

”Anak-anak takut dan diancam. Warga tahu setelah ada koordinasi antara guru dengan wakil siswa,” tutur Sutarjo, salah satu warga.

Berawal adanya permasalahan ini, warga kemarin siang meminta dilakukan fasilitasi di rumah kepala Dukuh Plampang III. Saat itu pihak sekolah bersama oknum guru dihadirkan, bersama dengan siswa yang menjadi korban dan orang tuanya. Saat itulah anak-anak polos ini mengaku telah dicabuli oleh guru ini. Mulai dari dicium, diraba, hingga disuruh telanjang. Bahkan ada salah satu siswa mengaku sudah diajak berhubungan badan.

Hingga kemarin siang, jumlah siswa yang menjadi korban terus bertambah menjadi 13 orang. Salah satu siswa, ada yang memilih keluar dan tidak melanjutkan sekolah. Dia malu dan takut untuk masuk sekolah. Karena pertemuan buntu, kasus ini akhirnya dilanjutkan kepada pihak Polsek Kokap.

”Warga minta kasus ini diproses sesuai hukum,” ujar Sukis, tokoh pemuda.

Salah satu guru di sekolah ini Mariman, mengaku pihak sekolah cukup terpukul adanya kejadian ini. Para guru tidak pernah menyangka, pelaku nekad seperti itu. Sebab perilakunya normal dan cukup santun terhadap guru-guru yang lain. Pelaku sendiri telah sekitar lima tahun bergabung membesarkan sekolah.

Pasca kejadian, pihak sekolah langsung menggelar rapat internal. Hasilnya, semua sepakat dan mengeluarkan pelaku dari jabatan guru.

”Dia sudah tiga hari diberhentikan dari jabatan guru,” tutur Mariman.

Ka SPK Polsek Kokap Aipda Suradji, mengatakan kasus ini akan dilanjutkan ke Polres Kulonprogo. Siang itu pihak kepolisian mendapatkan aduan dari warga dan ditindaklanjuti ke lokasi kejadian. Saat itu juga pelak dibawa dan diamankan.

”Dia akan kita bawa ke Polres biar ditangani RPK(ruang pelayanan khusus),” tuturnya.

Evakuasi pelaku ke Mapolres sendiri disaksikan sejumlah warga. Tidak sedikit warga mengawal kasus ini dan ikut mengantar ke Mapolres. (fiz)


1 Komentar

  1. kukuh budiharso mengatakan:

    gak patut di tiru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: