Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » SD Jurug, Kulonprogo Gelar Aksi Keprihatinan

SD Jurug, Kulonprogo Gelar Aksi Keprihatinan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Coin : Sejumlah siswa SD Jurug Lendah menggalang coin untuk TKI yang dihukum pancung, Ruyati di Arab Saudi

Eksekusi mati terhadap Ruyati tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bekasi, Jawa Barat oleh pemerintah Arab Saudi mengundang keprihatinan dari seluruh lapisan masyarakat. Tidak terkecuali bagi pelajar SD Jurug, Lendah Kulonprogo. Secara khusus mereka menggelar doa bersama dan menggalang coin untuk TKI yang bermasalah.

Suasana SD Jurug, di wilayah Sidorejo, Lendah kemarin siang nampak lengang. Suara celoteh dan tawa lepas dari anak-anak yang bisa menghiasi SD di pinggiran Kulonprogo ini, tidak banyak terdengar. Padahal anak-anak ini berkumpul di halaman sekolah.

Ternyata, para anak-anak SD yang mengenakan seragam merah dan putih ini berkumpul di halaman sekolah untuk berdoa. Kepala mereka nampak tertunduk dan dua tangannya dibuka ke atas. Sesekali mulut anak-anak yang polos ini, mengamini apa yang diucapkan oleh bapak guru yang memimpin doa.

Gelar doa bersama merupakan inisiatif dari sekolah. Mereka merasa ikut prihatin atas kejadian yang menimpa Riyati, dan beberapa TKI lainnya. Sebagai pahlawan devisa, mereka terjerat kasus di luar negeri. Padahal pemertintah sendiri tidak bisa berbuat banyak atas ancaman hukuman mati ini.

”Ini aksi spontan kami, yang prihatin dengan nasib TKI, khususnya bagi almarhum Ruyati yang dihukum pancung,” ujar kepala SD Jurug Nuryanto.

Aksi keprihatinan inipun tidak hanya dilakukan dengan mengucapkan doa kepada Sang Kuasa. Usai berdoa, anak-anak ini secara ikhlas, menyisihkan uang jajan mereka untuk dikumpulkan. Uang coin yang terkumpul ini nantinya akan disumbangkan kepada pemerintah atau lembaga yang bisa menangani masalah TKI. Mereka berharap bantuan yang nilainya tidak seberapa ini bisa meringankan beban TKI. Apa lagi jika aksi serupa juga dilakukan diseluruh nusantara. Pastilah, beban TKI akan bisa diringankan.

Sebagai warga kecil, masyarakat hanya bisa berharap kepada pemerintah. Pemerintah harus bisa menolong dan melindungi nasib para Tki ini.

”Harapan kita, kasus seperti ini tidak terulag lagi,” jelasnya.

Hasil penggalanan coin bagi TKI bermasalah ini ternyata cukup banyak. Anak-anak SD dari kelas satu sampai kelas enam ini mampu menghimpun hingga Rp 159.200. Setiap anak dengan sukarela menyumbang ke dalam kotak yang diedarkan teman-temannya.

Salah seorang siswa, Anisa,11 mengatakan prihatin dengan nasib TKI Indonesia. Hanya karena membeladan mempertahankan hak, dia harus menjadi korban. Bahkan nyawa menjadi taruhannya.

Sebagai warga kecil dia, tidak bisa banyak berbuat dengan kejadian yang dialami oleh Ruyati. Satu-satunya hanya mendoakan agar arwahnya diterima sang kuasa. Sedangkan uang receh, diharapkan bisa membantu keluarga yang ditinggalkan.

”Kita prihatin saja, dan hanya bisa membantu dengan doa,”jelasnya.

Anisa berharap eksekusi terhadap Ruyati menjadi eksekusi terahir bagi TKI. Pemerintah harus bisa membela TKI ketika bekerja di luar negeri. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: