Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Ekonomi DIY Bergantung Kulonprogo

Ekonomi DIY Bergantung Kulonprogo

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

YOGYAKARTA – Pertumnbuhan perekonomian di wilayah DIY akan sangat bergantung pada Kulonprogo. Ini tidak lepas dari megaproyek yang berada di kabupaten yang paling barat DIY tersebut, antara lain bandara internasional dan pelabuhan perikanan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X meminta kepada bupati dan wakil bupati terpilih tetap fokus dan mendukung pelaksanaan megaproyek tersebut. Keberadaan megaproyek di Kulonprogo itu sangat menunjang pertumbuhan perekonomian DIY.

“Yogyakarta akan tergantung di Kulonprogo. Untuk itu megaproyek bandara internasional, pelabuhan harus terealisasi,” ujarnya usai menutup TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-86 dan TMMD Sekuyung Tahap I/2011 Tingkat Provinsi DIY di Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulonprogo, kemarin.

DI DIY ada lima megaproyek yang rencananya mulai dibangun dalam waktu dekat ini. Tiga dari lima megaproyek tersebut berada di Kabupaten Kulonprogo yakni bandara internasional, pelabuhan perikanan Tanjung Adi Karto serta Inline port. Dua megaproyek lainnya adalah jalan tol Yogyakarta-Bawen dan sinergitas pengembangan kawasan perekonomian Stasiun Tugu dan Malioboro.

Sultan mengatakan, pembangunan bandara internasional di Kulonprogo sangat dibutuhkan mengingat Bandara Adisutjipto tidak memungkinkan untuk perluasan. Apalagi diprediksi pada 2025 mendatang, jumlah penumpang pesawat yang masuk di DIY mencapai 5 juta orang per hari. Pelabuhan perikanan juga sangat penting sebagai sandaran kapan-kapal besar berukuran di atas 30 grasston. Selama ini, nelayan DIY hanya menggunakan kapal kecil sejenis compreng, cakung dan fiberglass sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan ekspor, khususnya ikan tuna. Hasil tangkapan ikan tuna nelayan DIY hanya 20 ton per hari, yang hanya mencukupi kebutuhan lokal.

Pada kesempatan itu, Sultan mengucapkan selamat kepada calon bupati dan wakil bupati terpilih. Sultan berpesan agar pemimpin Pemkab Kulonprogo memperkuat manajemen terotorial menjadi lebih baik. Selain itu, setelah menjadi pejabat akan banyak mobilitas bertemu masyarakat, sehingga bisa mendorong kreativitas masyarakat agar masyarakat mempunya aspirasi yang lebih terfokus untuk maju dan sejahtera. “Jangan lupa juga untuk bisa membangun pemerintahan yang akuntabel dan transparan,” imbuhnya

Sekda Kulonprogo Budi Wibowo mengatakan pertumbuhan ekonomi Kulonprogo saat ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan empat kabupaten/kota di DIY. Namun dengan ebberapa konsep pembangunan dan mega proyek, Kulonprogo optimis bisa mengejar ketertinggalan tersebut. Untuk itulah mega proyek harus bisa direalisasikan.

Untuk bisa mengejar ketertinggalan ini diperlukan adanya 9 variabel yang bisa mendongkrak Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB). Mulai dari pertanian, pertambangan, industri, listrik, gas, air maupun sektor perdagangan dan jasa.

”Kulonprogo saat ini masih ditopang dari pertanian, nanti kalau sudah muncul investasi, pasti akan lebih tinggi pertumbuhan ekonominya,” jelasnya.

Investasi, kata dia, akan menjadi jembatan emas menuju kemajuan Kulonprogo. Salah satunya meningkatkan pendapatan agar masyarakat bisa lebih sejahtera.

Sementara itu calon bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, menuturkan tetap komitmen untuk melanjutkan konsep mega proyek yang telah dirintis bupati Toyo Santoso Dipo. Namun sebelum mengarah kesana, dirinya akan belajar dan mengkaji berbagai tahapan dan permasalahan yang muncul.

Hasto sependapat jika Kulonprogo akan menjadi pintu gerbang DIY, yakni dengan kehadairan bandara, pelabuhan ikan maupun pertumbuhan ekonomi yang lain. Untuk mewujudkan hal ini tentu harus ada kajian dan langkah pasti yang harus dilakukannya. Termasuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

”Karena ini proyek nasional harus saya kawal nanti, tentu dengan belajar terlebih dulu,” jelasnya.

Pemerintah, kata dia, memiliki kewajiban untuk membantu dan melindungi kepentingan rakyat. Tentu saja dalam arti luas dengan melihat kepentingan mayoritas penduduk. Untuk itulah jika ada hal yang menguntungkan masyarakat harus didukung. Begitu pula sebaliknya yang akan merugikan akan ditolaknya.

Dosen yang juga dokter spesialis kandungan ini, juga belum bersedia berkomentar terkait langkah konkret yang akan ditempuh untuk mwujudkan megaproyek ini. Semuanya akan dipelajari lebih dalam setelah dia dilantik.

”Saya ini belum dilantik nanti malah kebablasan. Prinsip siap asalkan untuk membela kepentingan rakyat,”pungkasnya.(fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: