Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » *Buruh SCI Nginap di DPRD

*Buruh SCI Nginap di DPRD

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Tuntutan Tidak Dipenuhi Managemen

KULONPROGO – Ribuan buruh PT Sung Chang Indonesia (SCI) Factory Yogyakarta, hingga kemarin petang masih bertahan di Gedung DPRD Kulonprogo. Menyusul belum adanya kepastian dari managemen untuk memenuhi tuntutannya.

Ribuan buruh ini, datang ke DPRD pada Senin (20/6) siang dengan longmarch dari pabrik di Triharjo Wates menuju DPRD. Mereka melakukan mogok kerja, menuntut perbaikan kesejahteraan. Namun hingga malam hari tuntutan para buruh ini belum bisa terpenuhi. Belum ada keputusan dari managemen terkait tuntutan ini. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) maupun DPRD yang melakukan koordinasi juga tidak banyak membuahkan hasil. Tak pelah, puluhan buruh terpaksa menginap dan tidur di halaman kantor wakil rakyat ini.

Para buruh yang pulang, kemarin pagi, kembali bergabung dengan rekannya yang menginap. Sepanjang siang mereka hanya duduk di kantor DPRD menunggu proses lobi. Para buruh siap bekerja sepanjang tidak ada intimidasi yang dilakukan oleh managemen. Tuntutan sendiri harus dipenuhi dengan bertahap.

”Kita siap kembali lagi bekerja, tetapi harus ada jaminan tidak ada intimidasi dari managemen diatas kertas bermaterai,” ujar Sugiyem, salah satu buruh.

Ketua DPRD Yuliardi, mengaku sudah berusaha maksimal dalam mengadvokasi para buruh. Malam hari dirinya ikut bergadang sampai dini hari hari bersama buruh. Bahkan pagi-pagi dirinya bersama beberapa anggota Dewan sudah menemui managemen. Tetapi tidak banyak hasil yang bisa diraih.

Menurutnya, Dewan akan mengawal dan mengawasi para buruh dari ancaman intimidasi ini. Bersama dengan dinas, akan diupayakan dilakukan perundingan bersama untuk mnecaroi solusi. Terpenting, para buruh bisa kembali bekerja dulu tanpa ada intimidasi.

”Dewan akan advokasi yang penting mereka bisa kembali bekerja dulu,” ujarnya.

Diakuinya, keberadaan PT SCI sangat membantu dalam mengentaskan pengangguran di Kulonprogo. Apalagi Kulonprogo tengah gencar melakukan kampanye nvestasi. Namun disisi lain, kesejahteraan buruh juga belum terpenuhi secara maksimal. Hal inilah, akan dikoordinasikan agar kedua belah pihak bisa sepakat membuat rumusan bersama.

”Harus collingdown dulu, nanti dibicarakan dengan kepala dingin agar cepat selesai,” tuturnya.

Kabid Hubungan Industrial dan perlindungan Tenaga Kerja, Dinsosnakertrans Bambang Sutrisno, mengaku masih terus berupaya melakukan mediasi. Beberapa kali dirinya menemui buruh, managemen, untuk membicarakan masalah ini. Hanya saja kedua belah pihak sama-sama bertahan dan ngotot dengan pendirian. Untuk itulah dinas tengah mengupayakan adanya mediasi. Salah satunya mengirimkan surat jaminan tidak adanya intimidasi dari managemen. Sebab buruh juga menyatakan siap bekerja dengan syarat ini.

”Kita maish terus fasilitasi agar bisa terjalin koordinasi bipartit,” jelasnya.

Sementara itu beberapa keluarga buruh yang ikut mogok kerja, didatangi orang tidak dikenal yang ditengarai preman. Orang-orang bertato ini menyakan keberadaan buruh yang dimaksud. Namun mereka juga tidak menunjukkan identitas yang jelas. Mereka hendak menyerahkan surat dan ditolaknya.

”Karena tidak jelas dia siapa dan maksud surat itu, maka saya tolak,” tutur Arya salah satu keluarga buruh. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: