Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Sehat Unggul di 9 Kecamatan

Sehat Unggul di 9 Kecamatan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Unggul : Pasangan Sehat unggul di sembilan kecamatan, dan hanya kalah di Panjatan, Galur dan Lendah

KULONPROGO – Pasangan Hasto Wardoyo-Sutedjo (Sehat) hampir bisa dipastikan akan menjadi bupati dan wakil bupati Kulonprogo periode 2011-2016 mendatang. Hasil quickcount ahir  yang dilaksanakan oleh KPUD pasangan pasangan yang diusung koalisi PDIP, PAN dan PPP ini unggul dengan perolehan 105.791 suara atau 46,23%.

Sedangkan tiga pasangan lain, Sarwidi-Hartikah (Sartikah) yang diusung PKB mendapatkan 13.277 atau 5,80 %, Mulyono-Ahmad Sumiyanto (Noto) yang diusung (P Demokrat dan PKS) dengan 97.143 suara atau 29,34%. Satu pasangan lagi Suprapta-Soim (Prakoso) yang diusung Partai Golkar, Gerindra, PKNU dan PKPB mendapatkan 42.608 suara atau 18,62%.

Dari 12 kecamatan yang ada di Kulonprogo, pasangan Sehat unggul di 9 kecamatan, yakni di Kecamatan Temon, Wates, Sentolo, Pengasih, Nanggulan, Kokap, Samigaluh, Kalibawang, dan Girimulyo. Sedangkan pasangan Noto hanya unggul di 3 kecamatan, Panjatan, Galur dan Lendah.

”Ini adalah hasil quickcount. Penetapan hasil oleh KPU mendasarkan atas rekapitulasi manual,” tutur Ketua Divisi Perencanaan, Program, Keungan dan Logistik, M Isnaeni.

Menurutnya, saat ini panitia pemilihan kecamatan (PPK) tengah melakukan rekapitulasi perhitungan suara. Hari ini direncanakan akan dilakukan rekapitulasi leh KPUD. Saat itu juga akan ditetapkan sebagai hasil pilkada Kulonprogo.

”Besok pagi (hari ini) kita akan tetapkan setelah rekapitulasi dari PPK selesai,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi, Humas, Data dan pendidikan pemilih, KPUD Marwanto mengatakan partisipasi masyarakat untuk memilih cenderung mengalami penurunan. Dari DPT 349.906 orang, hanya 242.947 (69,43%) warga yang hadir menggunakan hak pilihnya. Sisanya sebanyak 106.959 (20,58%) orang tidak hadir untuk memberikan suara.

Dibanding dengan tingkat kehadiran pada pilkada 2006 silam, jumlah ini lebih sedikit. Pada pilkada 2006 mencapai 75,66%. Dari 12 kecamatan, ada enam kecamatan yang partisipasinya dibawah 70%. Kecamatan Kalibawang dan Temon memiliki partisipasi terendah, hanya 65%.

“Kita belum mengkaji secara ilmiah penyebab rendahnya partisipasi pemilih tersebut,” tuturnya.

Namun dari informasi ad hoc, hal ini dipengaruhi banyaknya warga yang masuk dalam daftar pemilih, namun tinggal di luar daerah.  Banyak sekali warga yang merantau dan masuk dalam DPT. Sedangkan di kawasan selatan, lebih banyak diakibatkan kurangnya sosialisasi. Empat pasangan calon tidak banyak berani masuk melakukan kampanye.

”Untuk kawasan utara, kita belum bisa tentukan penyebabnya,” tambahnya.

Kendati tidak mengurangi legalitas formal, penurunan partisipasi ini, tetap harus menjadi perhatian. KPU akan melakukan penelitian tentang hambatan yang menyebabkan pemilih tidak menggunakan hal suara. Rencananya  penelitian ini akan dilaksanakan di 2012 mendatang. Adanya penelitian ini diharapkan akan diketahui alasan pemilih tidak menggunakan hak suaranya. Termasuk solusi yang mungkin bisa diantisipasi.

”Penurunan ini menjadi trend, jadi perlu adanya penelitian, agar bisa diantisipasi,” jelasnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: