Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » TPS Unik Berpakaian Jawa

TPS Unik Berpakaian Jawa

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Blangkon : Seluruh petugas KPPS di TPS 16 Kedungpring Giripeni, menggunakan pakaian adat Jawa lengkap dengan blangkon dan surjan

 KULONPROGO – banyak cara dilakukan oleh masyarakat untuk menyemarakkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kulonprogo. Seperti yang dilakukan oleh warga Kedungpring, Giripeni, Wates. Seluruh petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) menggunakan pakaian adat Jawa. Panitia juga menyediakan makanan tradisional juga disajikan.

Pilkada Kulonprogo hari ini dilaksanakan serentak di 937 TPS, yang tersebar di 12 kecamatan. Sebanyak dua TPS merupakan TPS khusus yang ada di Rumah tahanan (Rutan) wates dan di RSUD Wates.

Namun suasana di TPS 16 Kedungpring, kemarin suasananya lain dengan TPS-TPS yang pada umumnya. Begitu memasuki lokasi, kita harus masuk melalui sebuah pintu yang berhias janur kuning. Rumbai dan hiasan janur kuning seperti ini biasanya ada tempat orang hajatan, layaknya pernikahan.

Begitu melangkahkan kaki untuk masuk, kita akan disambut petugas pendaftaran. Dengan pakaian Jawa lengkap, berupa blangkon, surjan dan bebet dia akan ramah menyambut setiap warga yang hendak memberikan hak suara.

Berpakaian adapt jawa komplit ini, juga dilakukan oleh seluruh petugas KPPS. Alhasil, suasana jawa dengan nuansa tradisi semakin kental. Aplaagi di salah satu meja dihidangkan makanan tardisional, berupa kacang rebus, pisang rebus, hingga ketela dan umbi-umbian yang jarang dijumpai di pasar.

“Kita ingin nguri-uri (Melestarikan) kebudayaan kita sendiri,” ujar Sujiran, ketua KPPS 16.

Menurutnya, cara berpakaian seperti ini, semakin menambah lengkap khasanah budaya DIY. Apalagi masyarakat cukup menunggu kapan akan disahkannya RUUK DIY. Dimana sebagian warga mengharapkan adanya keistimewaan DIY dengan penetapan pasangan Sultan dan Pakualam, sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Terkait dengan makanan tradisional, khusus disajikan kepada masyarakat yang hadir. Makanan ini diambil dari kebun warga dan sierahkans ecara Cuma-Cuma. Cara-cara ini diharapkan bisa memotivasi masyarakat untuk hadir memberikan hak suara. Apalagi, kerap banyak pemilih tidak hadir, untuk memberikan suaranya.

“Kebetulan yang tidak hadir, sebagian besar berada di luar kota. Kalau yang disini, mayoritas datang,” tambahnya.

Anggota KPPS Albert Widodo mengaku untuk bisa menggelar pilakda dengan pakaian Jawa, dirinya harus bangun lebih pagi. Sebab dia tidak bisa menggunakan bebet (bawahan dari kain). Itupun memakaianya harus dibantu beberapa orang tetangganya yang masyoritas orang tua.

“Kita tidak biasa, jadi sulit masang bebetnya,” ujarnya.

Terkait dengan pakaian, semuanya disediakan oleh karang taruna desa. Kebetulan karang taruna memiliki banyak pakaian surjan sepetti ini. semuanya hanya pinjam tanpa ada yang menyewa.

Sementara di TPS 18 Dusun Sempu, Bumierjo, Lendah menggunakan cara lain. KPPS menyediakan 21 paket doorprizebagi masyarakat yang hadir. Setiap masyarakat yang hadir diberikan nomor undian, untuk mendapatkan hadiah tadi.

“Biar masyarakat bisa lebih banyak yang hadir,” ujar ketua KPPS Surono.

Sementara itu, anggota KPU Pusat korwil DIy Sri Nuryanti melihat pelaksanaan pilkada di Kulonprogo cukup lancar. Masyarakat dengan sadar datang untuk memberikan suara. Bahkan dari pantauan yang dilakukan, ada yang membuat TPS unik, baik dengan pakaian Jawa lengkap, ataupun membagikan sembako. Semuanya boleh dilakukan asalkan tidak ada kepentingan dari pasangan lain.

“Kita lihat semuanya berjalan baik, apalagi ada upaya dari masyarakat yang melakukan berbagai cara untuk memotivasi masyarakat datang,” tuturnya. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: