Kulonprogonews's

Beranda » Hankam » Hari Ini Pilkada Kulonprogo

Hari Ini Pilkada Kulonprogo

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Kabupaten Kulonprogo, hari ini Minggu (19/6) akan
menggelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada). Pilkada
akan menjadi titik awal bagi masa depan Kulonprogo, khususnya lima
tahun mendatang. Masyarakat yang memiliki hak suara, akan mejadi
penentu pemimpin idaman.
Pilkada di Bumi Menoreh ini akan dilaksanakan serentak di 12
kecamatan, 88 desa dan 937 tempat pemungutan suara (TPS). Semua
logistik untuk kebutuhan pelaksanaan telah siap dan didistribusikan ke
masing-masing TPS. Jika tidak ada halangan mulai pukul 07.00 WIB,
349.906 warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sudah bisa
menggunakan hak pilihnya.
Pilkada 2011 ini, diikuti empat pasangan calon bupati dan wakil
bupati. Nomor urut 1 Sarwidi-Hartikah atau dikenal dengan Sartika yang
diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada nomor urut 2,
pasangan Mulyono-Ahmad Sumiyanto (Noto), yang diusung koalisi antara
Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Sedangkan pada nomor
urut 3, pasangan Suprapta-So’im (Prakoso) yang diusung Partai Golkar,
Gerindra, PDK, PKPB dan PKNU. Terakhir nomor urut 4 pasangan Hasto
Wardoyo-Sutedjo (Sehat) yang diusung koalisi PDIP, PAN dan PPP.
Sebelum menuju coblosan, empat pasangan calon ini telah menggelar
kampanye. Termasuk penyampaian visi dan misi dihadapan DPRD, hingga
debat kandidat calon. Sejumlah artis nasional, aneka kesenian, juga
ikut meramaian pentas demkrasi ini.
”Semua logistik sudah kita distribusikan ke PPS untuk diteruskan ke
desa,” jelas Ketua KPUD Siti Ghoniyatun.
Sebelumnya, KPUD sendiri telah melakukan penyortiran terhadap surat
suara yang hendak digunakan. Hal ini untuk menghindari adnaya surat
suara yang rusak. Sebanyak 2.005 lembar surat suara rusak telah
diganti oleh rekanan. Termasuk cadangan 2,5% dari jumlah DPT juga
sudah disiapkan.
Selama masa kampanye, panitia pengawas pemilu (panwaslukada) dari
kabupaten, kecamatan maupun petugas pengawas lapangan (PPL) di tingkat
desa juga sudah melakukan pemantauan. Tidak sedikit kejadian
ditemukan, maupun bentuk kampanye hitam (black compaign). Mulai dari
pembakaran, atribut dirusak, kupon sembako atau Bantuan langsung tunai
palsu. Panwas sendiri terus melakukan koordinasi dengan institusi lain
yang masuk dalam ranah penegakan hukum terpadu (gakumdu).
”Kita banyak temukan catatan maupun rekomendasi terkait adanya KPPS
(kelompok panitia pemungutan suara) yang tidak netral,”jelasnya.
Kepolisian Resort (polres) Kulonprogi menjamin situasi dan suasana
kondusif selama pelaksanaan pilkada. Mereka akan menerjunkan 494
personil dilengkapi dengan 171 kendaraan roda dua, 32 roda empat.
Masih ada lagi sejumlah polisi cadangan yang disiagakan untuk
membantu.
Polres Kulonprogo telah menetapkan 11 TPS yang dianggap rawan
keamanan. Enam TPS berada di Kecamatan panjatan dan lima di Kecamatan
galur. Sebelas kecamatan ini merupakan wilayah yang terus bergolak
terkait rencana penambangan pasir besi.
”Ada sebelas TPS yang, kita prioritaskan untuk pengamanan,” ujarnya.
Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Ari Sujito, melihat
trend yang ada, pilkada Kulonprogo diperkirakan hanya akan
dilaksanakan satu putaran. Pilkada sendiri bakal diwarnai pertarungan
ketat antara pasangan Sehat dengan pasangan Noto. Sehat merupakan
pasangan calon yang diusung oleh dua partai politik (paprol) terbesar
di Kulonprogo yaitu PAN dan PDIP. Basis massa kedua parpol ini cukup
banyak dan menjadi modal bagi pemenangan. Mereka masih didukung oleh
PPP yang memiliki satu kursi di DPRD dengan basis massa kalangan
pemuda. Hal ini akan semakin menarik karena ada beberapa ormas yang
juga mendukung pasangan ini.
Harus diakui pasangan Noto tidak bisa dipandang sebelah mata. Mulyono
adalah incumbent yang dipastikan memiliki kekuatan cukup. Baik itu
dari kalangan birokrasi, ataupun dari kelompk masyarakat. Ini akan
semakin kompak dengan dukungan PKS, yang dikenal sebagai partai dengan
kader paling solid.
”Siapapun yang menang dua pasangan ini tidak akan terpaut jauh,” tuturnya.
Tinggal bagaimana pasangan ini mampu menarik dukungan dari kalangan
masyarakat yang mengambang. Tidak bisa dipungkiri, hasil survey yang
ada, masih ada sekitar 20 persen pemilih yang belum tentukan sikap.
Hal ini harus diantisipasi dengan melakukan pendekatan. Namun jika ini
bisa diambil oleh Prakoso, pasti pertarungan akan semakin seru.
Sedangkan pasangan Sartikah, mengandalkan basis massa dari kalangan
nadhiyin dan PKB. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: