Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Keterlibatan Perempuan Dalam Politik Rendah

Keterlibatan Perempuan Dalam Politik Rendah

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Keterwakilan perempuan dalam berpolitik di Kabupaten Kulonprogo masih rendah. Hanya ada 5 dari 40 anggota DPRD Kulonprogo dari unsur perempuan. Kondisi hampir sama juga terjadi pada kepengurusan partai politik. Mayoritas kepengurusan masih didominasi kaum laki-laki.

Aktivis perempuan Kulonprogo Hidayatut Thoyibah menuturkan, aturan di KPU sebenarnya sudah banyak memberikan peluang kepada perempuan. Setidaknya ada, komitmen untuk memasukkan 30% unsur perempuan dalam keanggotaan DPRD. Kenyataanya hasil perolehan suara perempuan tidak signifikan. Hanya bisa mengantarakan lima orang atau setara dengan 12,55 keanggotaan DPRD.

“Harus diakui keterlibatan perempuan dalam berpolitik memang masih rendah,” tegasnya di sela audiensi Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) dengan anggota DPRD perempua, di Gedung Dewan kemarin.

Menurutnya, menghadapi pilkada Kulonprogo semestinya perempuan bisa tampil untuk maju. Kenyataanya dari sejumlah nama yang muncul baru ada satu calon perempuan yang muncul. Padahal mengaca pada pelaksanaan pilkada di tiga kabupaten di Provinsi DIY, perempuan perempuan cukup berperan. Di Bantul, bupatinya dari perempuan. Sedangkan di Gunungkidul dan Sleman, perempuan bisa menduduki jabatan wakil bupati.

“Di Kulonprogo juga harus bisa menghasilkan pemimpin perempuan,” jelasnya.

Sementara itu Ketua KPPI DIY, Nohiyah JF mengatakan keterlibatan perempuan menjadi salah satu amanat dari hasil pertemuan Millennium Develpoment Goals (MDG’s). Untuk itulah KPPI mengajak kepada perempuan untuk bisa lebih tampil. Tanpa adanya keterlibatan perempuan lebih banyak, tidak akan mungkin akan ada kegiatan yang bersinggungan dengan perempuan.

“Keterlibatan perempuan sangat diperlukan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan,” ujarnya.

Sementara ketua DPRD Yuliardi mengatakan Dewan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota DPRD. Dewan tidak pernah membedakan jabatan bagi laki-laki dan eprempuan. Seluruh jabatan pada alat kelengkapan selalu mengakomodir lima anggota perempuan.

“Hak-hak perempuan sama, Dewan tidak pernah membedakan,” jelasnya.  (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: