Kulonprogonews's

Beranda » Ekonomi » Pantai Kulonprogo Rawan Abrasi

Pantai Kulonprogo Rawan Abrasi

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Mahasiswa Instiper, Tanam 3 ribu Mangrove

KULONPROGO – Pantai selatan Kulonprogo rawan terkena abrasi. Gelombang pasang yang kerap melanda, bisa menyebabkan kerusakan pantai. Salah satu upaya antisipasi, dengan melakukan penanaman tanaman bakau atau mangrove.

“Kondisinya memang masih bagus, tetapi pantai di Kulonprogo ini rawan abrasi,”jelas Pembina mahasiswa Study Lingkungan Mangrove Instiper Club (KMSL-MIC), Institut Pertanian Yogyakarta, Latif disela penanaman mangrove di pesisir pasir Mendit, Kulonprogo Sabtu (06/11) lalu.

Menurutnya, untuk antisipasi ini, civitas akademika bersama dengan KMSL-MIC, terus melakukan penanaman mangrove. Untuk kali ini dilakukan penanaman sekitar 3 ribu bibit mangrove, dan beberapa tanaman peneduh lain. Sebelumnya telah ditanam ribuan pohon serupa, yang melibatkan masyarakat setempat.

“Keberhasilan penanaman ini, harus mendapat dukungan dari warga sekitar. Beruntung ada kelompok petani yang mau dan iut peduli menanam,” pungkasnya.

Ketua Kelompok Mangrove “Wana Tirta”, warso Suwito, mengatakan kelompoknya terus mendukung kegiatan penanaman pohon ini. Pada 2009 telah ditanam sekitar 50 ribu pohon. Hanya saja semuanya tidak bisa hidup. Banyak hama yang menyerang tanaman ini, khususnya pada saat muara sungai Bogowonto tertutup pasir.

“Sumpil (Hama sejenis keong) saat muara tertutup akan memakan kulit pohon yang menyebabkan mati,” jelasnya.

Kendati demikian, warga terus melakukan penambahan tanaman. Setidaknya dari 50 ribu bibit tadi, separonya bisa tumbuh. Untuk yang mati akan diganti dengan tanaman baru. Petani sendiri sudah ada yang mulai membuat pembibitan, memanfaatkan tanaman yang sudah besar.

“Tertutupnya muara adalah factor alam, jadi kita tidak bisa berbuat dan berharap ada pengerukan rutin,” ujarnya. (fiz)


3 Komentar

  1. rani mengatakan:

    Salam kenal,

    Setelah saya baca artikel ini dan saya pernah baca artikel serupa di KR, saya tertarik pada permasalahan sumpil yang mengganggu tanaman mangrove. Kebetulan saat ini saya sedang menempuh studi magister pengelolaan lingkungan. Yang saya tanyakan, sudahkan penelitian ttg sumpil ini dikaji? mohon informasinya. Terima kasih.

    Rani

    • kulonprogonews mengatakan:

      kebetulan tim hanya melakukan peliputan terhadap masalah itu. namun di wilayah Pasir mendit sudah ada kelompok tani khusus mangrove. mereka dibina dari Instiper Yogyakarta, dan kelompok studi mahasiswa mangrove Instiper. coba tanya ke kelompok tani apa ke instiper. kontak orang instiper dicari tidak ketemu. mungkin mereka lebih tahu. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: