Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Empat Kecamatan Dilanda Longsor

Empat Kecamatan Dilanda Longsor

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com


*Kerugian Capai Ratusan Juta

KULONPROGO  – Hujan deras yang mengguyur Kulonprogo terus menyebabkan musibah tanah longsor. Selama dua hari terakhir, puluhan titik longsoran terjadi di sepanjang Perbukitan Menoreh. Selain menimpa rumah penduduku, longsoran tanah juga menutup akses jalan dan mengancam jembatan.

Longsoran yang terjadi di Kulonprogo, setidaknya terjadi di empat kecamatan, yakni Kokap, Samigaluh, Girimulyo, dan Pengasih.  Di wilayah Kecamatan Girimulyo, setidaknya ada 12 titik longsoran. Tujuh diantaranya menimpa rumah penduduk. Selebihnya menutup jalan, dan mengancam jembatan Kembang yang menghubungkan Pringtali dan Kembang desa Jatimulyo.

Camat Girimulyo, Sumiran menuturkan longsoran telah mengenai tujuh rumah penduduk. Satu rumah diantaranya milik Sumardi, bahkan rata dengan tanah. Selebihnya hanya mengenai sebagain dinding rumah.  Longsoran juga menutup ruas jalan Nogosari-Gedong.

“Hasil perhitungan, kerugian lebih dari seratus juta,” jelas Sumiran.

Menurutnya untuk membantu para korban dan warga yang kerja bhakti, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistic berupa beras, sarden dan mie instant. Hanya saja kebutuhan di masyarakat masih cukup banyak sedangkan stok yang ada menipis.

“Kalau curah hujan masih tinggi seperti ini, kebutuhan logistic akan terus bertambah karena wilayah kita rawan longsor,” tegas Sumiran.

Di wilayah Kecamatan Kokap, hujan deras telah menyebabkan lonsgoran di wilayah Hargotirto. Longsoran tanah juga menyebabkan tiang listrik roboh. Sedangkan di wilayah kecamatan pengaish longsoran juga menimpa sejumlah jalan  di Tanggulangin, Sidomulyo.

Sementara itu, kasi Keamanan dan ketertiban Kecamatan Samigaluh, Edi Sudarmanto mengaku ada beberapa longsoran yang terjadi di wilayahnya. Sebagian besar hanya menutup jalan desa atau menggerus badan jalan. Seperti di ruas jalan watu tumpang dan sekitar Gunung Kucir, longsoran tanah telah menutup jalan. Jalan hanya bisa dilalui untuk kendaraan roda dua saja, sedangkan untuk roda empat harus memutar.

“Untuk membersihkannya butuh bantuan alat berat. Tadi dari DPU sudah melakukan cek lokasi,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Linmas Kantor Kesbanglinmas, Made Arsa Wijaya mengatakan longsoran terjadi di hampir semua wilayah perbukitan di Kulonprogo. Rencananya, hari ini (Kemarin) alat berat itu akan dikirim ke lokasi bencana. Sedangkan untuk bantuan logistik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinsosnakertrans untuk menyalurkan ke warga melalui kecamatan.

“Setidaknya sepanjang tahun ini sudah ada 172 musibah bencana alam yang membutuhkan bantuan,” jelas Made.

Sementara itu Kabag Kesra Setda, Eko Wisnu Wardhana, mengatakan pihaknya bersama dengan Disosnakertrans telah melakukan koordinasi dengan pemprov. Koordinasi ini ditekankan untuk meminta tambahan stok logistic di gudang kabupaten. Banyaknya musibah yang terjadi telah menyebabkan cadangan semakin menipis.

“Pemprov akan mengirim tambahan logistic untuk para korban,” jelas Eko.

Sejumlah pimpinan SKPD dan pihak terkait kemarin siang menggelar pertemuan untuk membahas masalah bencana. Pertemuan yang dipimpin sekda ini, untuk merumuskan kebijakan dan bantuan yang akan diberikan. Baik dari logistic, bahan bangun rumah, hingga renana perbaikan sarana fisik dan material lain. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: