Kulonprogonews's

Beranda » Pemerintahan » Alokasikan Rp 775 Juta Untuk Tanggap Bencana

Alokasikan Rp 775 Juta Untuk Tanggap Bencana

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

 

KULONPROGO-Bencana alam tak ada yang bisa memperkirakan kapan datangnya. Di Kulonprogo, selama kurun waktu Januari sampai pertengahan Oktober ini sudah ada sekitar 172 kejadian bencana alam, mulai dari tanah longsor, angin ribut, pohon tumbang, dan banjir. Penanganan bencana pun harus segera dilakukan, alokasi anggaran untuk Dana Tanggap Bencana akhirnya ditambah untuk menangani bencana yang terjadi. Sekda Kulonprogo Budi Wibowo mengatakan pemkab Kulonprogo telah mengalokasikan anggaran tambahan untuk pos dana tanggap bencana. Dalam APBD Perubahan, pos dana tanggap bencana ditambah Rp 775 juta. Harapannya, dana tambahan ini bisa mencakup semua penanganan bencana yang terjadi. Diakui oleh Budi, nominal tersebut masih sangat minim jika melihat pengalaman tahun sebelumnya. Apalagi di akhir tahun biasanya curah hujan tinggi dan kerap terjadi bencana. Kendati begitu, pemkab berjanji penanganan bencana tak akan terhambat. “Meski sudah ditambah, tapi diakui dana itu masih sangat minim. Apalagi proposal yang sudah masuk ada Rp 345 juta, dengan demikian dana yang tersisa untuk tanggap bencana masih ada sekitar Rp 430 juta. Padahal di akhir tahun biasanya curah hujan tinggi dan bencana masih mengancam,”ungkapnya. Budi menjelaskan untuk mengatasi minimnya anggaran penanganan bencana, pihaknya telah mengajukan permohonan ke Provinsi untuk sharing bantuan kepada para korban bencana alam. Semisal untuk bantuan logistik diambilkan dari kabupaten, sedangkan untuk bantuan bahan bangunan rumah (BBR) diambilkan dari provinsi. “Terus terang saja jika mengandalkan dana dari daerah saja sangat minim, saat ini kondisi keuangan daerah sedang tak bagus. Maka itu, kami ajukan ke pemerintah provinsi untuk membantu penanganan bencana,”imbuhnya. Terpisah, Kasi Linmas Kantor Kesbanglinmas Made Arsa Wijaya mengatakan wilayah Kulonprogo merupakan daerah rawan. Untuk wilayah perbukitan, bencana yang mengancam adalah tanah longsor. Sedangkan di wilayah pesisir, bencana yang kerap terjadi adalah angin ribut, pohon tumbang, dan banjir. Setidaknya sudah ada 172 kejadian bencana yang tercatat. (ren)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: