Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Ribuan Orang Makan Nasi Jagung Bersama Peringati Hari Pangan Sedunia

Ribuan Orang Makan Nasi Jagung Bersama Peringati Hari Pangan Sedunia

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

 

 

KULON PROGO – Ribuan orang menikmati nasi jagung bersama-sama dalam festival makanan tradisional di Sendangsono, Desa Banjaroyo, Kalibawang, Minggu (17/10). Acara tahunan yang cukup meriah itu diselenggarakan sebagai peringatan Hari Pangan Sedunia.

 

Acara diawali dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, unen-unen rembugan punokawan tentang pelestarian alam dan ketahanan pangan, serta misa. Festival itu diikuti oleh 26 lingkungan umat Khatolok Paroki Promasan. Begitu misa selesai, sekitar dua ribuan umat beserta para peziarah berbaur bersama menikmati makanan-makanan tradisional yang ada.

 

“Ini sebagai rasa syukur umat Paroki Promasan yang telah banyak diberikan berkat Tuhan berupa hasil bumi dan hasil pertanian untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Saguh Istiyanto, ketua II panitia kegiatan.

 

Menurutnya, acara itu sekaligus diselenggarakan untuk menggugah para petani dan semua pihak dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian alam. Acara peringatan hari pangan sedunia sudah beberapa kali dilaksanakan setiap tahun. Namun penyelenggaraan di Sendangsono baru dua kali sejak tahun lalu. “Sebelumnya diselenggarakan di gereja Paroki Promasan,” ungkapnya.

 

Festival makanan tradisional itu terutama mengangkat nasi jagung yang selama ini masih menjadi makanan pokok sehari-hari warga setempat. Dengan karakter geografis di wilayah Desa Banjaroyo Kalibawang yang berupa pegunungan, jagung dan ketela memang menjadi hasil pertanian utama.

 

“Makanan yang tersaji ini baik nasi jagung, lauk, serta sayuran hampir semuanya merupakan hasil masyarakat sendiri. Ini juga sebagai bentuk kembali ke alam yang dari sisi kesehatan belum banyak terkontaminasi zat-zat kimai,” ujarnya.

 

Salah seorang pengunjung, Wukir Suhatmanto (27), mengaku senang dengan diselenggarakannya acara tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan festival makanan tradisional semacam itu juga bisa menggugah semangat masyarakat sekitar dalam membududayakan bahan pangan alternatif.

 

“Di lingkungan wilayah sini yang biasa ditanam warga mayoritas jagung. Dengan kegiatan seperti ini bisa lebih menggerakkan lagi masyarakat untuk membudidayakan pangan alternatif disamping nasi,” imbuhnya. (tri)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: