Kulonprogonews's

Beranda » Sosial » Bekas Lubang di Sabrang Kidul Kembali Amblas Pondasi Dapur Warga Patah

Bekas Lubang di Sabrang Kidul Kembali Amblas Pondasi Dapur Warga Patah

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

 

 

KULON PROGO – Setelah terguyur hujan lebat beberapa hari terakhir, bekas lubang di tanah akibat amblas di Dusun Sabrang Kidul, Desa Purwosari, Girimulyo kembali amblas. Bahkah sebagian pondasi dapur warga yang berbatasan langsung dengan bekas lubang tersebut patah dan amblas satu meter. Selain itu juga muncul rekahan di tanah sekeliling bekas lubang hingga berdiameter sekitar 12 meter.

 

“Kemarin hari Jumat (15/10) sore hujan deras sehingga tanah amblas lagi, bahkan pondasi bekas dapur sampai patah. Sebenarnya mulai amblas lagi sejak dua hari lalu, tapi semula amblasnya pelan-pelan,” ungkap Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Girimulyo, Marsudi, Sabtu (16/10) di lokasi kejadian.

 

Munculnya lubang akibat tanah amblas yang berada tepat di belakang dapur rumah Atmo Suwito tersebut terjadi pada Senin (4/10) lalu dengan diameter sikitar tiga meter dan kedalaman empat meter. Warga kemudian membongkar dapur tersebut agar tidak roboh jika tanah terus amblas dan menutup lubang itu beberapa hari kemudian.

 

Setelah terguyur hujan beberapa hari terakhir ini, bekas lubang itu ternyata amblas lagi. Siswo Santoso (51), keponakan Atmo Suwito, mengatakan pada Jumat malam kembali terdengar suara dentuman seperti saat pertama kali muncul lubang. Setelah itu didapati tanah di bekas lubang tersebut kembali amblas.

 

“Kemarin malam sekitar pukul 19.00 WIB terdengar lagi suara jlung dari dalam tanah seperti waktu pertama dulu. Tapi hanya sekali saja, kalau dulu berkali-kali,” ungkapnya.

 

Camat Girimulyo Sumiran mengatakan, pihaknya tetap menghimbau keluarga Atmo Suwito agar tidak menghuni dulu rumah tersebut dan mengungsi di rumah tetangga atau keluarga yang lebih aman. Pihaknya juga menghimbau agar bangunan rumah dibongkar untuk mengantisipasi kerusakan jika amblasnya tanah semakin luas. “Material bangunan yang dibongkar kan tidak rusak, masih bisa dimanfaatkan lagi,” ujarnya.

 

Sumiran menambahkan, untuk tindak lanjut jangka panjang pihaknya masih menunggu hasil penelitian dari BPPTK (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian) Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada. Untuk penelitian lebih lanjut, rencananya sekitar tiga minggu ke depan akan didatangkan alat yang saat ini masih digunakan di Gunungkidul.

 

“Di Goa Semar yang ada di sekitar sini juga ditemukan ada lumpur yang muncul keluar. Tapi belum diketahui apakah ada hubungannya dengan tanah amblas yang di sini atau tidak,” imbunya. (tri)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: