Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Tanah Ambles Ancam Girimulyo

Tanah Ambles Ancam Girimulyo

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

Warga Dikejutkan Munculnya Lubang di Tanah

KULONPROGO – Warga Dusun Sabrang Kidul, Desa Purwosari, Girimulyo, dikejutkan munculnya lubang yang cukup lebar akibat amblesnya tanah. Dua bangunan di sekitar lokasi juga terancam ambles jika lubang terus bertambah lebar.

Lubang dengan lebar dan dalam sekitar tiga meter itu berada tepat di belakang dapur rumah Atmo Suwito (75), warga RT12/VI Sabrang Kidul. Di sekitarnya terjadi retakan tanah hingga berdiameter sekitar 10 meter. Akibat amblesnya tanah itu dinding dapur Atmo mengalami retak di beberapa bagian.

Selain rumah Atmo, amblesnya tanah itu juga mengancam bangunan TK yang menyatu dengan rumah Atmo di sisi kanan. Akibatnya, rumah yang dihuni enam orang itu harus dikosongkan dan kegiatan belajar mengajar siswa TK dipindahkan ke rumah warga yang lebih aman.

Suroso (35) putera Sarji mengungkapkan, amblesnya tanah terjadi sejak Senin (4/10) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Warga mendengar suara seperti dentuman tetapi tidak mengetahui dari mana sumbernya. Suara dentuman kembali terdengar sehabis Shalat Magrib.

“Ada suara jlung-jlung beberapa kali. Saya melihat ada garis retakan di dapur kemudian saya turut alurnya sampai ke belakang dapur. Ternyata di luar ada lubang, tanahnya ambles,” imbuh Sarji.

Menurut Suroso, suara dentuman terus terjadi hingga Selasa (5/10) pagi dan terdengar paling keras sekitar pukul 04.30 WIB. Getarannya terasa hingga masjid yang berjarak sekitar 20 meter dari lubang. Tanda-tanda amblesnya tanah sudah mulai dirasakan dua hari sebelumnya, yakni pintu dapur sulit ditutup. (tri)

“Awalnya lubang hanya kecil berdiameter sekitar dua meter tapi dalamnya kemungkinan lebih dari 50 meter karena disorot pakai senter tidak terlihat dasarnya. Kemudian tanah ambles, lubang semakin lebar tapi tidak begitu dalam,” imbuh Sarji (43) tetangga terdekat.

Melihat dapur dan rumah Sarji terancam, warga pun bergotong royong mengamankan dengan membuat batas di garis luar retakan lubang dan menurunkan genting dapur. Warga juga bergotong royong memindahkan peralatan belajar mengajar TK.

Camat Girimulyo, Sumiran mengatakan, munculnya lubang itu diduga karena di bawah rumah ada rongga bawah tanah. Dikhawatirkan, jika terjadi hujan tanah yang ambles melebar dan membahayakan keselamatan. Sehingga pihaknya menginstruksikan agar bangunan diatasnya untuk sementara tidak digunakan untuk hunian dan kegiatan lain.

“Dimungkinkan di bawah rumah ada terowongan, dikhawatirkan kalau hujan ambles. Antisipasinya kita pisahkan dapur dan rumah induk, kawat pengait cor-coran diputus sehingga kalau ambles hanya dapur saja. Kami juga memberikan logistik empat sak beras dan satu dus sarden untuk kerjabakti warga,” kata Sumiran.

Sumiran menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian itu pada Kantor Kesbanglinmas Kabupaten untuk diteliti lebih lanjut. “Kami harap Kesbang mengajak ahli untuk meneliti fenomena ini, pergerakan tanah disebabkan apa,” imbuhnya.

Salah seorang warga, Siswo Santoso (51) mengungkapkan, kejadian serupa pernah terjadi beberapa puluh tahun lalu. Namun amblesnya tanah di dua tempat sebelumnya hanya berdiameter kecil tidak lebih dari satu meter. “Dulu hanya kecil, di dua lokasi sekitar 50 meter dari sini,” imbuhnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: