Kulonprogonews's

Beranda » Budaya » Dua Rumah Hancur Dilanda Longsor

Dua Rumah Hancur Dilanda Longsor

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com


KULONPROGO

 

terkena longsor

longsoran landa rumah

 

– Dua bangunan rumah milik Mardi,45 warga Pedukuhan Sonya, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo roboh dan rata dengan tanah. Setelah tebing yang ada di belakang rumah longsor dan menimpa kedua rumah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Sejumlah ruas jalan lain di Girimulyo, juga tertutup longsoran tanah.

Kedua bangunan rumah korban, hancur setelah tebing setinggi 30 meter longsor. Selain meluluhlantakkan bangunan rumah, longsoran tanah juga menyebabkan seluruh harta benda korban tidak terselamatkan. Semuanya ikut terkena longsoran. Untuk sementara waktu, keduanya terpaksa menginap di rumah kerbatnya.

“Sejak sore hingga dinihari hujan turun sangat deras. Itu yang menyebabkan tebing longsor,” tutur Mardi.

Menurutnya, sebelum musibah ini datang, keluarganya sudah mengungsi. Sekitar pukul 22. 30 WIB, keluarganya mendengar suara gemuruh dari atas tebing. Takut terjadi longsoran, Mardi bersama anak dan istrinya memilih meninggalkan rumah dan tinggal di rumah tetangganya yang lokasinya cukup aman.

Baru sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, hujan mereda. Bersama tetangganya,  mengecek asal suara gemuruh dan rumahnya. Saat itulah, diketahui rumahnya sudah rata dengan tanah.  Korban sendiri baru menyelematkan hartanya pada pagi harinya.

“Seluruh barang elektronik, hingga ijaah anak saya ikut tertimbun longsoran,”pungkasnya.

Kabag Pemerintaha Desa Jatimulyo, Sigit Kristyawan mengatakan selain menimpa rumah Mardi, ada sekitar empat titik longsoran lain yang menutup ruas jalan desa. Kondisi ini menghambat akses warga, menghambar ekonomi warga setempat.

“Ada beberapa jalan yang juga terkena longsoran tanah,” jelasnya.

Menurutnya, untuk membantu korban, telah diterjunkan taruna siaga bencana (tagana) bersama dengan masyarakat sekitar. Mereka bekerja bhakti untuk mengumpulkan barang berharga milik korban yang masih bisa diselamatkan.

Camat Girimulyo, Sumiran yang dikonfirmasi terpisah mengaku telah melakukan pengecekan di lapangan. Namun pihaknya belum bisa membant6u kebutuhan logistic kepada korban. Sebab stok logistic yang ada di kecamatan tengah kosong. Menyusul banyaknya bencana alam yang ada di wilayah Girimulyo.

“Kita telah koordinasi dengan Disosnakertrans, agar bantuan bisa lebih cepat,” tegasnya.

Kepala Kantor Kesbanglinmas Kulonprogo, Riyadi Sunarto mengaku telah menerjunkan timnya ke lapangan. Tim ini akan melakukan koordinasi di lapangan, untuk membantu korban. Dari inventarisisr tadi akan dijadikan dasar untuk mengajukan bahan bangun rumah (BBR). (fiz)

Pemkab Kulonprogo Siap Bentuk BPBD

Sementara itu Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kulonprogo berencana membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kemarin siang bupati telah mengajukan  dua raperda tentang BPBD dan SOTK RSUD Wates kepada DPRD.

Menurut bupati Kabupaten Kulonprogo merupakand aerah yang rawan dengan becana. Baik itu tanah longsor, banjir, tsunami hingga gempa. Pembenukan BPBD ioni merupakan salah satu upaya melindungi masyarakat terhadpa kehidupan dan penghidupan.

“Agar tugas penyelengaraan penanggulangan bencana fikus, idealnya ditangani oleh BPBD,” tegas Bupati.

Bencana, kata bupati, merupakan salah satu factor yang mengancam dan mengganggiu kehidupan. Faktor alam  harus bisa diminimalisir dengan melakukan perbaikan terhadpa kerusakan lingkungan. Sebab muciban bencana memiliki dampak psikologis yang cukup panjang.

“Harapan kita pembahasan bisa maksimal, agar bisa digunakan sebagai dasar kebijakan,” jelas Toyo.

Sementara itu Ketua DPRD Kulonprogo Yuliardi, mengatakan pasca penyampaian darfat ini, segera dibentuk panitia khusus (pansusu). Pansus inilah yang akan melakukan pembahasan untuk mengatur mekanisme perundangan baik perda BPBD maupun RSUD Wates.

Diharapkan mulai akhir bulan, kepanitiaan sudah terbentuk. Sehingga pada akhir tahun nanti sudah bisa dilakukan pembahasan atau mungkin bisa ditetapkan menjadi sebuah perda.

“Kita harap di akhir tahun sudah kelar,” tegas Yuliardi. (fiz)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: