Beranda » Ekonomi » Bandara Kulonprogo Beroperasi 2014

Bandara Kulonprogo Beroperasi 2014

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya.

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

JAKARTA– Pemerintah pusat sangat serius dengan proyek bandara di Kulonprogo. Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi bahkan menargetkan bandara baru tersebut bisa beroperasi dalam tiga tahun ke depan atau 2014.
Freddy menilai Bandara Adisutjipto perlu segera dipindah karena kepadatan penumpang saat ini yang terus meningkat. Runway di Adisutjipto saat ini juga tergolong pendek sehingga kesulitan didarati pesawat berbadan lebar. “Kita harapkan (pembangunannya) tahun 2014 itu sudah selesai.

Lapangan terbangnya bisa dioperasikan,” tutur Freddy setelah menghadiri sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, kemarin. Rencana pemindahan Bandara Adisutjipto, kata Freddy, kini tinggal menunggu desain. Dia menginginkan desain bandara baru tersebut bisa selesai pada pertengahan tahun ini. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut belum bisa memastikan berapa besar dana yang diperlukan untuk membangun bandara di Kulonprogo. Dia hanya mengatakan bahwa dana tersebut diambil dari kerja sama pemerintah Indonesia dan swasta, termasuk Pemerintah Republik Ceko.

Menhub sudah mematok waktu tiga tahun lagi untuk operasional bandara di Kulonprogo, namun tidak demikian dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Menurut Sultan, paling tidak operasional bandara dimulai 2016 mendatang. Langkah terdekat yang dilakukan adalah melakukan penelitian lebih lanjut pada akhir bulan ini. Penelitian ini menindaklanjuti pra studi kelayakan yang sudah dilakukan bersama investor dari Republik Ceko sebelumnya. Penelitian paling tidak membutuhkan waktu dua tahun ke depan. Sedangkan tahap peletakan batu pertama sampai siap dioperasikan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.

Soal lokasi, Sultan tetap belum bersedia menyebutkannya. Dia hanya mengungkapkan, bandara baru nanti berkapasitas 10 kali lipat dari Bandara Adisutjipto saat ini.“Untuk lokasinya nanti saja lah, mbok nanti malah dimanfaatkan orang-orang untuk menaikkan harga tanah,”imbuhnya. Namun,informasi yang berkembang menyebutkan lokasi yang sampai saat ini masih dirahasiakan itu untuk meminimalisir resistensi warga.Hal ini belajar dari pengalaman rencana proyek penambangan pasir besi di pesisir Kulonprogo yang sampai saat ini ditolak warga. Kemungkinan besar, lokasi pembangunan bandara di sekitar pantai agar sinergis dengan rencana pembangunan pelabuhan di kabupaten paling barat DIY tersebut.Proyek ini juga sinergis jalur lintas selatan-selatan (JLSS).

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY Tjipto Haribowo, meski nantinya ada bandara di Kulonprogo, namun Bandara Adisutjipto yang lama tetap difungsikan. Fungsi bandara yang terletak di Kecamatan Maguwoharjo, Sleman ini digunakan untuk penerbangan yang sifatnya penting atau darurat.Antara lain untuk very important person (VIP) seperti tamu negara dan lainnya. Ketua Komisi C DPRD DIY Sukamto berharap kepada warga Gunungkidul tidak berkecil hati setelah pemerintah memutuskan pembangunan bandara baru di Kulonprogo. Sebelumnya memang ada dua wacana lokasi pembangunan bandara baru tersebut yakni di Gunungkidul dan Kulonprogo.

“Karena bandara di Gunungkidul tetap digunakan, jadi kita harus bangga Provinsi DIY yang relatif tidak luas ini nantinya memiliki tiga bandara yang tetap bisa dioperasikan,” jelasnya. Komisi C pernah beberapa kali meninjau lokasi bandara di Gading Gunungkidul.“Bandara Gading panjang runwanya lumayan, sekitar 1.400 meter.Tapi ke depannya juga kurang bagus untuk penerbangan sipil komersial karena letaknya dianggap kurang strategis,” katanya. Dia memastikan, tiga bandara di DIY tetap dioperasikan dengan fungsinya masingmasing. Bandara baru di Kulonprogo untuk penerbangan sipil komersial, Bandara Gading Gunungkidul khusus untuk latihan TNI Angkatan Udara dan Bandara Adisutjipto tetap digunakan untuk penerbangan yang sifatnya darurat dan penting.

“Bandara Gading bisa didarati pesawat jenis Fokker karena panjang runawaymencukupi,” jelasnya. Di bagian lain,Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Yogyakarta Aji Karnanto berharap pembangunan bandara baru tersebut juga harus didukung dengan transportasi lainnya termasuk sarana dan prasarana. “Akses jalan dari Kulonprogo ke kota (Yogyakarta) masih relatif sempit.Setidaknya itu juga dilebarkan, minimal seperti Jalan Solo atau Jalan Magelang yang lumayan luas,”katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo Agus Langgeng Basuki mengatakan,hasil studi awal memang kawasan pesisir selatan Panjatan sampai Wates yang paling ideal untuk pembangunan bandara. Namun hal ini bisa berbeda dengan studi kelayakan yang penelitiannya lebih detail.

About these ads

1 Komentar

  1. Dadank Wahyudi mengatakan:

    semoga cepat selesai pembangunannya … dan segera di operasikan !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: