Beranda » Ekonomi » Menara Bersama, Potensi Sumbang PAD 1 M

Menara Bersama, Potensi Sumbang PAD 1 M

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 16 pengikut lainnya.

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

KULONPROGO – Keberadaan tower atau menara base transceiver station (BTS) belum dikelola secara optimal. Pemkab Kulonprogo belum memiliki peraturan daerah mengenai retribusi menara BTS. Padahal, setiap tahun diprediksi mampi memberikan kontribusi senilai satu miliar.

Kasi Pelayanan dan Fasilitasi, Bidang Kominfo, Dishubkominfo Kulonprogo Evi Yulianti mengatakan di Kulonprogo ada sekitar 84 menara, yang dipergunakan 110 BTS. Sayangnya, para pemilik BTS ini belum bisa ditarik retribusi karena belum ada perda yang mendukung.

“Pendapatan cukup banyak, sayang kalau tidak ditata,” jelas Evi disela paparan dari PT Devan Telemedia, dihadapan wabup kemarin.

Menurutnya selama ini tower dan BTS ini hanya dikenai pajak IMB yang ditarik oleh Kantor Pelayanan Terpadu. Hanya saja nilainya tidak seberapa, dibanding potensi pendapatan dari retribusi.

Selain ada perda, penarikan retribusi dari tower BTS ini juga harus didukung oleh naskah akademik. Pada naskah ini akan dipetakan satu persatu tower, untuk mendampatkan nilai. Baik dari ketinggian, lokasi, pengguna ataupun beberapa indicator yang lain.

“Sesuai arahan Sekda, tahun 2011 harus sudah ada perda retribusi,” pungkasnya.

Kasi Pembinaan dan Pengendalian Dihubdkominfo, Edi Daryanto mengatakan beberapa waktu ini penambahan menara dihentikan untuk sementara waktu. Langkah ini dilakukan sambil menunggu regulasi yang sedang disusun. Selama ini aturan yang ada hanya sebatas perijinan saja.

Menurutnya, saat ini tengah dilakukan penyusunan cell plan telekomunikasi seluler. Penyusunan akan melibatkan seluruh penyedia jasa telekomunikasi (telekomunikasi operator).

Direktur Utama PT Devan Telemedia, Irfan Setijono, selaku konsultan, mengatakan cell plan ini dibuat berdasarkan kaidah perencanaan jaringan seluler yang memperhatikan variabel coverage dan kapasitas trafik. Disamping itu juga  memperhitungkan kebutuhan terhadap pemenuhan penambahan zona baru untuk mengisi ruang kosong diantara zona eksisting. Tujuannya sendiri, untuk mengendalikan pertumbuhan menara telekomunikasi tanpa harus membatasi pertumbuhan BTS.

“Dokumen cell plan ini akan menjadi produk detail tata ruang untuk pengaturan menara di daerah. Pemkab juga bisa menyusun perbup atau perda mengenai keberadaan menara ini,” jelasnya.

Disamping itu, keberadaan cell plan, juga akan menjadi penghambta munculnya tower illegal. Setidaknya bisa mengurangi munculnya tower-tower baru yang bisa menjadikan hutan tower. Termasuk penyusunan konsep tower bersama.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo, Agus Langgeng Basuki, penataan terhadap pertumbuhan menara operator telekomunikasi memang sangat diperlukan. Hal ini terkait degan tata ruang kota dan perlindungan terhadap masyarakat dan keberadaan operator telekomunikasi.

SKB empat menteri, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Komunikasi dan Informatika, dan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal no 18/2009 tentang pedoman pembangunan dan penggunaan bersama menara telekomunikasi, memberikan toleransi waktu 2 tahun sejak dikeluarkannya SKB ini. Artinya para operator harus membangun tower bersama hingga 2011 untuk menekan pembangunan menara  telekomunikasi.

“Tower ini harus memberikan keuntungan dua pihak antara pemerintah dan penyedia jasa, termasuk masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sementara perwakilan dari PT XL Axiata Tbk, Kustriyono mengatakan, ada baiknya pihak Pemkab sebelum mengeluarkan perbup, terlebih dahulu memberikan draft perbup tersebut.

“Dengan begitu kami dapat memberikan masukan-masukan kepada Pemkab, sehingga terjadi sinkronisasi antara operator telekomunikasi dengan pihak Pemkab,” paparnya. (fiz)

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: