Beranda » Ekonomi » Dokumen KA Andal pasir Besi Dikembalikan

Dokumen KA Andal pasir Besi Dikembalikan

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya.

Follow Kulonprogonews's on WordPress.com

*Masih Banyak Yang Perlu Disempurnakan

KULONPROGO  – Kerangka acuan dampak lingkungan (KA Andal) penambangan pasir besi yang disusun oleh PT Jogja Magasa Iron, untuk kedua kalinya dikembalikan. Komisi penilai yang melakukan pencermatan, bersama tim ahli dari akademisi kemarin, masih menemukan kekurangan dalam dokumen tersebut.

“Masih banyak saran dan usulan dari tim yang harus diakomodir dalam KA Andal, sehingga kita kembalikan untuk disempurnakan,” jelas Ketua Komisi Aanalisi mengenai dampak Lingkungan (Amdal) Budi Wibowo, usai memimpin rapat kemarin.

Dikatakannya, dari sejumlah pakar atau ahli, banyak memberikan masukan kepada pemrakarsa dan konsultan. Baik dari sisi ekonomis, social budaya teknik penambangan hingga beberapa mekanisme yang lain. Hal ini harus diakomodir, agar ada jaminan penambangan nantinya memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Komisi memberikan rentang waktu dua pekan kepada pemrakarsa untuk memperbaiki dokumen KA andal. Usai revisi, tim akan mencermati kembali, sebelu digelar sidang amdal. Diharapkan sebelum akhir Desember sudah bisa dilakukan penilaian dan sidang Amdal.

“Tinggal melengkapi saja, semuanya sudah ada masukan dari pakar,” jelas Budi.

Pakar dari Pusat Study Lingkungan Hidup (PSLH) Universitas Gadjah mada (UGM) Endang Astuti mengatakan, perkiraan dampak penambangan serta penyelesaiannya limbah yang ditimbulkan belum tercantum ke dalam draft ka andal secara terperinci. Semestinya permasalahan kualitas udara, emisi gas dan pengolahan lebih ditegaskan.

“Penyelesaian limbah ini harus dirinci,” ujarnya.

Sementara itu, Susetyawan yang juga dari PSLH UGM, mengatakan secara umum, dibanding KA andal pertama, dokumen yang kedua lebih baik. Namun masih ada beberapa kekurangan yang harus dipenuhi. Secara prinsip pada KA Andal yang baik, maka proses penambangan juga lebih baik. Sehingga masukan yang ada harus diakomodir, agar benar-benar bisa diterima dan mensejahterakan masyarakat.

“KA Andal adalah kunci, jadi semuanya harus benar-benar baik,”tegas Susetyawan.

Menurutnya, masalah penolakan warga pesisir juga belum dijelaskan secara jelas. Semestinya pemrakrasa mencari metode dan cara survey yang lain agar semuannya bisaterakomodir. Apalagi masyarakat area penambangan merupakan masyarakat heterogen. Untuk itu konsistensi dokumen ka amdal perlu diperjelas lagi.

Sementara Ketua tim penyusun Ka Andal PT Asana Wirasta Setia (AWS), Bambang Agus Suripto mengatakan, masukan-masukan yang dilontarkan oleh tim teknis dan para pakar akan diakomodir untuk revisi. Namun demikian, pihaknya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak PT JMI.

“Tentu akan kita akomodir, apalagi masukannya cukup bagus,” jelasnya. (fiz)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: